Tulisan Ilmiah

Anemia (at glance)

Anemia gizi (nutritional anemia) ialah satu jenis anemia (dari sekian ratus jenis anemia, yang tertoreh di dalam berbagai buku teks haematology) yang dilatarbelakangi oleh kekurangan zat besi, vitamin B12, asam folat, vitamin B2 dan 6, vitamin ADEK, C, seng, tembaga, kalsium, serta protein. Di samping itu, sejumlah enzim juga ditengarai sebagai penyebab. Tiga zat gizi pertama ialah penyebab utama anemia; sementara kekurangan zat besi merupakan anemia defisiensi yang lazim di Indonesia. Topik terakhir ini biasanya paling banyak diperbincangkan di Indonesia, karena jumlah kasusnya memang banyak.

Anemia bukan gizi (non-nutritional anemia) dikelaskan menjadi dua, berdasarkan etiologi dan morfologi. Istilah normositik, mikrositik, makrositik, dan anisosit kemudian muncul untuk menjelaskan berbagai kelainan ukuran pada eritrosit. Ketidaksamaan bentuk diistilahkan sebagai poikilosit, sferosit, dan drepanosit. Perbedaan warna dibahasakan sebagai normokromik, hiperkromik, dan hipokromik. …..

Anemia kurang besi telah ditulis panjang (belum tuntas, memang) pada bab anemia kekurangan besi (AKB) dalam buku “Gizi dalam Daur Kehidupan”, begitu pula defisiensi asam folat (dinarasikan secukupnya sebagai pendukung gizi bagi wanita hamil).

(Selanjutnya lihat saja buku teks: “Klaus Kraemer (ed). Nutritional Anemia. Sight and Life Press, 2007” dan “Petra Seeber dan Aryeh Shander. Basics of Blood Management. 1st ed. Blackweel publishing, 2007”, dan “Conor Reilly. The Nutritional Trace Metals. Blackweel publishing, 2004”)

Standar

2 thoughts on “Anemia (at glance)

  1. Nita berkata:

    Assalamualaikum Pak,

    Pertama-tama saya ingin mengucapkan selamat hari raya idul fitri. Minal aidin walfaidzin, maaf lahir dan batin.

    Sebenarnya saya menyesal karena telat membaca blog anda. Blok 14 banyak membahas anemia def folat dan B12. Bodohnya saya karena tidak belajar, ya saya tidak mengelak, saya tidak tahu apa yang dimaksud dengan anemia pernisiosa dan megaloblastik. Jadi, saya ragu lulus blok atau tidak, tapi besar harapan saya untuk lulus. hehe…

    Ngomong-ngomong Pak, kalo boleh saya tahu… di mana saya bisa mencari diet untuk orang dengan penyakit jantung. Mohon bantuan Bapak.

    Sekian dan terima kasih.
    Wassalam

  2. rizkiadi berkata:

    Diet jantung, sesungguhnya telah anda pelajari di blok 10 (kalau tidak salah). Bahwa anda (barangkali juga sebagian besar teman-teman anda) tidak mengerti, ya, menurut saya kesalahan tidak seluruhnya bisa dialamatkan ke kalian. Sistem yang tengah diterapkan kini, sekali lagi menurut pengamatan saya, memang keliru. Tapi sudahlah, orang-orang yang kini tengah mengemban amanah pendidikan mana peduli soal itu.
    Diet jantung, kerap disatupadukan dengan diet hipertensi, bisa anda telaah dalam buku berikut: “NUTRITION AND HEART DISEASE: Causation and Prevention” oleh (editor) Ronald Ross Watson and Victor RP, terbitan tahun CRC Press tahun 2004. Juga “Evidence-Based Cardiology” Edisi 2, oleh (editor) Salim Yusuf Et al, terbitan BMJ Books tahun 2003. Buku lain yang juga penting ialah “Prevention of Coronary Heart Disease: from the cholesterol hypothesis to omega 6/3 balance” oleh H. Okuyama et al, terbitan karger tahun 2007. Satu lagi, masalah interaksi obat dan makanan, dalam buku: “Handbook of Drug-Nutrient Interaction” oleh (editor) Joseph IB dan Vincent TA, terbitan Humana Press, tahun 2004; serta “Drug-Drug Interaction Primer: a compendium of case vignettes for the practicing clinician, oleh NeilBS et al, terbitan American Psychiatry Publishing, tahun 2007.
    Sekian dulu dari saya.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s