Analisis Masalah

“Salah Orang Salah tempat”

Ketika saya mengkritik kekeliruan pada Blok terdahulu (1, 3, dan 5), orang-orang merespons dengan enteng: “Kedepan kita akan perbaiki. Biasa memang, namanya saja program baru”. Tapi saya tidak melihat “perbaikan” itu pada Blok selanjutnya. Yang terjadi (setidaknya menurut pengamatan saya) malah sebaliknya: semakin jelek dan tidak karuan. Sewaktu saya mengkritik skenario blok 1, jawaban orang UPEP (termasuk PD 1), ya begitu itu. Di blok selanjutnya, yaitu blok 3 dan 5 (saya mencantumkan Blok-Blok yang saya diikutkan), setali tiga uang.

Ketika Blok 6 tengah dipersiapkan, ketika salah seorang dosen wakil suatu Bagian mengusulkan sejawatnya yang lain untuk memberikan materi kuliah pada Blok itu, karena topik bahasan bukan bidang keahliannya, saya sempat menyodorkan ide: “Jika sudah begini kejadiannya, dosen anggota Blok tidak bisa dengan mudah diganti karena sudah di”SK”kan oleh Dekan, dan karena mengubah SK butuh waktu, saya mengusulkan agar kita yang duduk sebagai anggota blok hendaknya dianggap sebagai administrator saja, jika materi kuliah ternyata bukan keahlian kita, atau bukan kuliah kita di kelas konvensional, maka materi tersebut kita berikan saja ke sejawat yang memang ahlinya, atau (seperti talah saya katakan tadi) yang menguliahkannya di kelas konvensional; terlebih bila dosen yang bersangkutan telah mempunyai materi tertulis. Dengan demikian, tidak akan terjadi salah urus dalam kuliah.

Dan semua orang yang hadir pada rapat sore itu setuju. Saya lontarkan ide ini bukan karena ada sejawat dosen yang mengeluh kalau materi dalam Blok 6 sesungguhnya di luar bidang keahliannya; melainkan karena saya tidak melihat ada waktu lain untuk mengutarakan ide itu. Kebetulan sekali, memang, ada orang UPEP (tiap Blok memang ada UPEP: jika bukan dosen, ya tutor, atau keduanya) yang kebetulan berada sebagai anggota Blok. Saya tambahkan lagi: “tetapi usul ini bukan saya tujukan bukan hanya diberlakukan pada Blok 6, tetapi juga Blok-Blok selanjutnya.” Dan IBM, anggota UPEP, berucap: “Itu gagasan yang sangat bagus. Kita sangat setuju. Saya akan diteruskan ide ini ke rapat internal UPEP”.

Suka cita saya bukan karena merasa ide saya telah dinilai bagus, akan dibicarakan secara internal, dan berharap diterima untuk kemudian diterapkan pada Blok setelah Blok 6 ini usai. Kegembiraaan saya membuncah karena niat (ide) saya agar penempatan dosen berdasarkan kompetensi bisa segera terwujud. Tetapi yang terjadi tidak demikian: pada Blok 7 ketidakkompetenan itu tercetak jelas. Saya melihat jadwal kuliah mahasiswa (saya memang tidak mempunyai akses untuk melihat pola dan jadwal kerja Blok-Blok yang saya tidak diikutkan). Dua orang sejawat Bagian saya tidak tertulis memberi materi kuliah bidang keahliannya. Terbaca “aneh sekali” bila SHP (Pakar Ilmu Gizi) memberi materi “Patogenesis of Infection”, dan “…”. Memangnya tidak ada porsi Ilmu Gizi pada Blok 7 ini (Blok 7 mengulas topik Infeksi dan immunologi)? Jika tidak ada, seperti usulan saya pada rapat Blok 6, ya tidak usah memberi kuliah (jadi tutor saja bila tidak berani mundur dari keanggotaan Blok).

Namun begitu, saya tidak sepakat jika dikatakan Ilmu Gizi tak punya peran dalam pembelajaran Blok ini. Dalan kuliah konvensiaonal ada topik kuliah Keracunan Makanan, Allergi Makanan, dan banyak lagi. Jika topik konvensional ini tak bisa disisipkan ke dalan Blok, mengapa tidak membuat kajian (tentu saja dalam bentuk tulisan) semisal “Nutritional approach to overcome infection” atau “Nutritional role as an immunomodulator”. Masih banyak lagi topik yang dapat ditalikan (atau dikaitkan) dengan ketercetusan. Saya katakan tadi keracunan makanan, lewat jalur toxicoinfection: jadi bisa diselipkan dalam Blok infeksi kan?! Tapi sebagian sejawat berusul menempatkan topik ini dalam Blok Kegawatdaruratan Medik, karena efek emergency racun yang hendak dikedepankan. Lalu bahgaimana dengan allergi makanan, yang dalam kuliah konvensional disatukan dalam topik “keracunan makanan”? Kedua sejawat tadi memang tidak memegang kuliah itu (tetapi saya tidak mengatakan mereka berdua tidak mengerti) pada kelas konvensional.

Kalau kejadiannya sudah begini, siapa yang mesti disalahkan? Saya tak pernah mempertanyakan ini kepada siapapun (karena saya telah tahu jawababnya: memang begitulah sistem KBK, topik tertentu tidak perlu lagi dikuliahkan seperti kuliah konvensional. Kita yang dosen ini bertugas memberi gambaran topik, dan mahasiswa lah sepenuhnya berkewajiban mencari bahan untuk melengkapi kuliah itu), kecuali pada diri sendiri, dan ditulis dalam Blog (bukan Blok) ini. Yang jelas, menurut saya, inilah contoh “salah orang salah tempat”.

Besok akan ada Blok 1 lagi bagi angkatan ke 2 kelas KBK. Saya belum melihat SK Dekan tentang pengangkatan dosen pengajar, tetapi saya telah memperoleh bocoran siapa yang diusulkan UPEP. Bagi saya, siapapun yang dipilih jelas berazas kompetensi. Nah, apa dasar pengangkatan dosen pada Blok 1 angkatan kedua ini? Sulit sekali menepis anggapan (atau tuduhan, barangkali) bahwa “inside trader” (mengutip istilah pasar modal) itulah yang menjadi dasar. Bahasa premannya: asal orang kita. Sekali lagi saya menyaksikan kerja (yang kata sejawat saya amat melelahkan) yang asal-asalan. Pokoknya jalan, mutu belakangan.

Standar

21 thoughts on ““Salah Orang Salah tempat”

  1. Me_in_FK berkata:

    hiks2…Tolong la pak ye…
    kami sedih sekali menyimak dan membaca smua cerita yang diutarakan disitus ini..
    Ternyata dalam ketenangan Gedung banyak sekali kegaduhan,keramaian,kerusakan,kebobrokkan dan ke-an yang lain yang terjadi di Tubuh FK ini…
    Gimana FK maju dengan sukses klo dari dalam sudah rapuh…

  2. Wong Waras berkata:

    Untuk yang mengatas namoke leting80_jugo ketahuan nian kalu Ibu ini bukan leting 80.. madaki nian seleting dengan SHP tapi manggilnyo nak???? (pecaknyo Ibu ini la tuo nian … atawa barangkali la parak pensiunnnn. Ado pulo yang nulis leting 80 jumlah wongnyo 58????? (oooo kamu ketahuan pake namo leting 80…) padahal leting 80 cuma ado 55 kepala..
    STOP lah Bu jangan pake namo leting anak-anak ibu lah ……

  3. MatilaH galo berkata:

    Aku setuju nian dengan wong waras, ado yang ngaku leting 80, tapi manggil nak terhadap SHP. Ketahuan nian kalau dia ini pembohong. Atau jangan2 SHP ngadu sama maknya utk nulis di blog ini. Dan benar apa yang dikatakan wong waras si SHP ini bkn aktivitis. Aktivitis 80 itu si Zen Ahmad, Umar Shelby, Jhonson Manurung, Firdaus Jaya Permana, Fikram dan Alsen Ismail. Jd kalau dia jd PD3 apa yg bisa dia kerjakan. Satu lagi, saya tau persis ars dng dr. Susanto berteman akrab dan mereka berdua kalau berbicara rahasia menggunakan bahasa Cina (hokian) dan ke2 keluarga mengenal satu sama lain. Si Ars kalau memanggil Prof.dr. Hardi Darmawan (Kakak kandung dr. Susanto) pasti dengan sebutan Ko Cak, krn dekatnya hubungan mereka. Yang jelas dr. Susanto keluar dari Bag. Gizi krn ada salah satu senior di Bag. Gizi yang sering melecehkan dia dengan perkatan Cina yang tidak tau diri, bukan krn intimidasi ars (temannya semakan dan setidur). Dan supaya diketahui, angkatan 80 di Bag. Gizin hanya SHP tidak ada yang lain

  4. Pedulifk berkata:

    Sudahlah para guruku,cukuplah bertengkar yg dak keruan.coba langsung urus masalah cum laude yang dak lulus kompetensi,itu tuh anaknya si Hamid Rasyid,cari tau apa penyebabnya???? Mungkinkah kotoran di FK kita sudah separah-parahya sampai-sampai lulusan terbaik tidak bisa melewati komptensi sebagai dokter umum. Sudah rahasia umum kalau politik ‘anak dalam’ ada di Fk kita, tapi tidak menyangka sama sekali kalau sudah kelewatan.
    yang kedua coba guru-guru mengecek bagian Obgin, mereka memperbolehkan anak Rizani yang notabene dak lulus kompetensi sebagai dokter umum mengikuti spesialisasi. Itulah yang harus diberantas. jangan sibuk ngurusin KBK UPep saja. OBGIN bener-bener memalukan, meluluskan calon residen yang tidak kompeten sebagai dokter umum.(Proses penyeleksian harus dipertanyakan, Gimana bisa???Prof usman, berentilah bicara ttg agama kalau masalah kompetensi residen anda saja gak anda urusin.
    Mari bersama-sama Hancurkan politik anak dalam, dokter itu harus bener-bener kompeten. biar tidak menyusahkan masyarakat.
    berantas nepotisme.Revolusi
    buat rizkiadi, sekali maju teteup maju, jangan takut.itu baru Jihad sejati.

  5. lebih kecewa lagi berkata:

    sodara pedulifk dan sodara2 ku yang peduli ataupun yang kecewa lainnya…………..

    gimana si usman said mau ngurusin residen, wong dia lagi punya bini muda kok, yang penting asssoy dulu..!!

    bukan hanya itu saja,

    Anak perempuan Kabag OBGIN sekarang,awalnya dia diterima di FK Jambi, dengan nilai dibawah rata-rata,namun , dengan latar belakang ANAK KABAG…. dengan guampang banget bisa pindah ke FK UNSRI, dengan pendekatan sana-sini…huhuhuhu……

    Anak KPS OBGYIN, masih residen …sudah diterima jadi staff obgyn….wueleh wueleh….

    anak perempuan Pembantu Dekan II, yang latar belakang nya SMA jurusan IPS, bisa masuk FK,….halahh??
    sudah itu, masuk PPPDS lagi. memang bagian-bagian di RSMH tidak mensyaratkan seorang alumni untuk lulus kompetensi dalam mengikuti PPDS.tapi lulusan IPS gitu llohh???? kok bisa masuk FK… tanya kenapa….

  6. Dr. Adriansyah Setyo Pradana berkata:

    untuk just so u know,
    mau demo…??? tunjukkan aksimu, jangan hanya berani di belakang, seperti para politikus yang hanya bisa ngomong doang. sebaiknya jangan hanya berani di internet saja, dan jangan hanya berani di tulisan saja, identitas mu saja dirahasiakan, itu tanda kalau kamu pengecut. pengecut kok mau demo? kamu benar benar NATO (No Action TAlk Only) , ingat , TONG KOSONG NYARING BUNYINYA

    untuk Pedulifk,
    saya juga alumni UNSRI, dan mengenai “politik anak dalam” yang kamu sebutkan, mungkin benar adanya. kita tidak bisa menutup mata. namun biarkan lah mereka sendiri yang menanggung akibatnya. Lihat saja banyak dokter yang melakukan malpraktek, mungkin ini adalah salah satu contoh produk politik seperti ini.

    Namun, saya akan bertanya pada mu, bagaimana jika kamu yang di posisi mereka? bagaimana jika orang tua mu yang jadi petinggi di FK Unsri?? saya yakin 1001% , kalau kamu akan melakukan hal yang sama.

    Dari tulisan mu, dapat saya tangkap, bahwa KAMU BUKAN PEDULI, TAPI IRI . Mungkin karena kamu tidak mampu masuk ppds seperti mereka?

    Kamu bisa menjelek-jelekkan mereka, apakah kamu pernah bercermin terhadap dirimu sendiri? Apakah kamu tidak ada kekurangan?

    saya tidak membela pihak manapun, tapi sangat menyedihkan jika seorang dokter menyebut sejawatnya dengan kata-kata “kotoran”. Pedulifk, kamu ini dokter atau tukang becak? kata-katamu sama seperti kata-kata orang yang tidak berpendidikan.

    Apalagi di sini kamu berani menyebut nama sejawat/orang tua sejawat kamu itu. Bisa dibilang kamu telah mencemarkan nama baik mereka. Saya kenal , meski tidak akrab/dekat, dengan dua sejawat yang kamu sebutkan namanya tersebut.

    Membaca tulisan kamu benar benar sangat membuat sedih, bagaimana seorang dokter lulusan fk unsri, menghina sejawatnya seperti itu.

    Kalau kamu memang peduli, kamu pasti tidak akan menuliskan hal seperti itu, pasti kamu akan terpacu untuk berprestasi dalam mengharumkan nama alumni, bukan menghina sejawat seperti itu.

    DAri tulisan kamu, bisa ditangkap bahwa kamu adalah seorang pengecut yang iri hati, yang hanya bisa berani di belakang.

    Ingat, tulisan kamu bisa diakses dimana saja, oleh siapa saja, kapan saja. Jika nama sejawat yang kamu sebutkan namanya tersebut membaca ini, dan melacak nya, kamu bisa dituntut mencemarkan nama baik. berhati-hatilah dalam berkata baik itu di dunia nyata, ataupun di dunia maya.

    Jangan bawa kata-kata jihad di sini, jangan bawa-bawa agama di sini, kelihatan sekali kalau kamu tidak tahu arti jihad sebenarnya, kamu hanya asal cuap saja.

    Jika kamu tidak suka dengan tulisan saya, saya tunggu kamu di FK UNSRI madang hari Senin 28 April 2008 pukul 9.00 pagi di ruang tunggu dekanat. Saya tidak menantang berkelahi, tapi saya mau mengajak diskusi, agar tidak ada lagi orang yang suka menjelek-jelekkan sejawatnya.

    Untuk Dr.Rizkiadi,
    Bagus sekali blog anda, memang kritik untuk pembangunan FK Unsri tercinta sangat diperlukan, namun kiranya anda dapat menyaring komentar-komentar yang masuk , agar tidak menyebabkan kisruh di antara kita, karena bagimana pun, kita semua mengharapkan suasana penuh kekeluargaan dalam membangun alumni kita tercinta. Semoga sukses.

    terima kasih

  7. Dr. Adriansyah Setyo Pradana berkata:

    Untuk MonsterFK,

    menyedihkan sekali kamu menghina Dekan dan para Pembantu Dekan dengan kata-kata seperti itu.

    Jika kamu yang menjadi Dekan/Pembantu Dekan, Apakah kamu yakin kinera mu bakal lebih baik dari mereka? Jangan hanya bisa mengina orang seperti anjing yang melolong kelaparan.

    Dari tulisan kamu, tidak tampak kalau kamu adalah seorang mahasiswa kedokteran/dokter.

    Mereka yang kamu hina itu adalah dosen/guru/sejawat/senior kamu.

    Orang-orang seperti kamu inilah yang membuat indonesia tidak maju, hanya bisa membuat kekacauan saja, hanya bisa mengejek , menghina, mengkrtik, tanpa memberi masukan yang berguna.

  8. rizkiadi berkata:

    Buat Dr. Adriansyah SP (maaf kalau nama belakang anda saya singkat).

    Saya harus menerangkan bagaimana blog ini tercipta. Lebih kurang satu setengah lampau, jauh sebelum tulis “khianat di hari jumat” diterbitkan. Blog ini dibuat oleh seseorang, yang hingga kini pun saya tak ingat lagi. Dia bukan alumni efka ini. Dia, saya tentu masih mengingat wajahnya, adalah tamu (namun saya tidak tahu entah tamu siapa?. Singkatnya, sosok makhluk inilah yang menciptakan blog ini untuk saya.
    Pada mulanya, blog ini saya terima karena saya memang memmerlukan media online tempat menuangkan isi pikiran dalam bentuk bahasa.
    Seseorang itu, pernah duduk bersanding dengan saya di meja panjang dekat meja pimpong. Dia mendekati tempat duduk saya ketika saya tengah berusaha belajar membuat blog. Dan dia menawarkan pembuatan itu, bukan mengajari. Tetapi waktu itu sesungguhnya, saya memang hanya ingin mempunyai blog, bukan belajar membuat blog.
    Dia, menurut saya, memang pintar. Buktinya, tidak sampai setengah jam blog itu sudah jadi. Dan setelah itu, dia pamit pergi. Pesannya sebelum pergi: bahwa saya boleh menuliskan apa saja, dan langsung (paling tidak menunggu hingga satu hari.
    Kesimpulannya, blog ini ibarat ruko kosong, yang kemudian diserahkan ke saya untuk diisi.
    Tulisan saya jelas hanya melantunkan kasus, tanpa mengungkap nama siapa yang menjadi tokoh peristiwa. Namun kemudian, anda simak sendiri dalam blog ini, rombongan UPEP (Irfannudian dan Yuwono) menuliskan dengan nama jelas sembari menuliskan dengan jelas pula nama saya. Saya yakin kalau tujuan mereka menampilkan nama jelas itu hanya untuk membuka “topeng” saya. Dan setelah itu, tulisan yang berisi celaan hingga fitnahan terhadap diri saya juga bertebaran, tanpa bisa saya saring.
    Namun demikian, saya bersyukur masih ada orang yang berani menulis seperti anda, yang mengingatkan kemungkinan akibat jelek pengungkapan nama itu. Saya juga berterima kasih kepada anda karena mau ikut sumbang pendapat tertulis dalam blog ini.
    Sungguh, saya lupa wajah anda di darat.
    Namun saya ingin sekali mengisahkan sedikit ke anda mengapa tulisan saya yang bersifat menggugat sampai di-online-kan: saya tidak a lagi menemukan media tempat kritik itu bisa dikirimkan, apalagi dibahas. Perilaku mereka (sebagian) yang di UPEP hingga kini masih serupa seperti yang saya tulis hampir setahun silam, bahkan mungkin lebih (arogan lagi).
    Kesimpulannya, saya dari dulu tidak punya kuasa dan kemampuan untuk menyaring tulisan.
    Wassalam. Jika anda memang ingin bertemu saya, anda pasti tahu siapa saya, dan dimana saya nongkrong: kita boleh ngobrol di situ.

  9. Dr. Adriansyah Setyo Pradana Berkata berkata:

    Saya tidak menyalahkan anda sebagai penulis blog dalam hal ini. Tulisan anda tertata rapi dengan kata-kata yang santun.

    Saya hanya sedih, kecewa, dan muak melihat komentar-komentar yang ditulis oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab pada blog ini. Mereka dengan mudah menyebut nama si ini, si itu, anak si ini, anak si itu, suadara si ini, ipar si itu, dll.

    Benar-benar tersirat, jika mereka iri hati, dengki, terhadap orang-orang yang mereka sebutkan namanya. Namun mereka TIDAK BERANI, dengan kata lain PENGECUT untuk melakukah hal tersebut di dunia nyata.

    Anda lah yang memegang kuasa penuh untuk menampilkan , mengedit, dan menghapus komentar-komentar tidak santun dan beretika di blog ini. Karena itu saya memohon pada anda, yang notabene senior saya, untuk melakukannya.

    terima kasih

  10. MAMANG MONYET berkata:

    wooii kapten…dak usah dianggep serius nian blog ini

    pertamo aku baco blog ini, isi nyo samo persis cak omongan monyet..dari yang nulis blog, sampe yang berkomentar..!!

    YANG NULIS BLOG..PENAMPILANNYO BE CAK MONYET!!

    CUBO NGACO DULU MAN, APO AWAK TU LA BAGUS NIAN, DARI PENAMPILAN SAMPE TINGKAH LAKU..

    APO JASA AWAK KE FK UNSRI INI??

    JANGAN PACAK NGATOI WONG BE…

    DI BELAKANG WONGNYO PULO…OI KESIAN NIAN JINGOK AWAK NI…UNTUNG MASIH ADO NYAWO…KALO DAK TU…BANGKAI NIAN AWAK TUH.. TAU DAK BANGKAI???? BUNTANG!! ITULA AWAK TUH..!!!

    Y
    ANG NULIS DAN YANG KOMENTAR..lagaknyo nak kritis,upep, oposisi, demo, jihad…

    persis cak monyet di kebon binatang minta makanan samo pengunjung..

    INTINYO… CARI PERHATIAN, KARENO DI ALAM NYATA DAK DIPERHATIKE WONG, JADI DI SINI TEMPAT MONYET-MONYET INI CARI PERHATIAN

    COBO YE, MONYET-MONYET!! BEKACO DULU KAMU TUH! ITU PUN KALO KAMU MASIH NGERTI BAHASO DAN ETIKA MANUSIO..

    DASAR MONYET..

  11. OI ARISMAN MONYET!

    NGAPO KOMENTAR AKU DAK DIMASUKKE????

    TAKUT YO?????

    DASAR MONYET!

    PENAMPILAN KAU BE LAH CAK MONYET

    CARO NGOMONG KAU LA CAK MONYET

    TINGKAH LAKU KAU LA CAK MONYET

    JADI KAU NI DOKTER MONYET YE?

    APO MONYET DOKTER???

    OY ANAK KAMPANG!
    DAK USAH BETINGKAH GINO KAU YE!

    BINATANG KAU TU TAU DAK?????

    GAYA KAU CAK MELAWAN NIAN! AWAK PENAKUT!!

    KAU DEWEK PERNAH NYURUH MAHASISWA BELI BUKU BUATAN KAU KAN?

    NGAPO ?? DAK LAKU YE???

    KESIAN NIAN YE??

    PRAKTEK KAU DAK LAKU YO? DAK KATEK PASIEN??

    SAMPE MAKSO MAHASISWA BELI BUKU??

    KESIAN NIAN JINGOK KAU NI NYET!!!

  12. Wong Kito Jugo berkata:

    Ass.WrWb
    Kepada sdr 2 ku yang sudah melampaui batas (“Kelewatan) coba kita kilas balik kebelakang ketika kita disumpah dengan sebuah kitab suci diatas kepala yang diantaranya berbunyi : ” Bahwa saya…. akan memperlakukan teman sejawat saya sebagaimana saya ingin diperlakukan… Kalau dulu berbubunyi akan memperlakukan teman sejawat saya sebagai saudara kandung…).
    Nah berbekal sumpah dan janji itu apakah pantas kata-kata Monyet…Anak kampang … (yang ditulis oleh SdrPemburu Monyet… Mamang monyet….).
    Apa yang dilakukan sdr.ARS (saya sengaja tidak pernah menulis nama lengkap terhadap siapapun yang ada di blog ini) merupakan bentuk ekspresionalisasi perasaan dan kondisi yang ada dilingkungannya.
    Perlu sdr-sdr ketahui saya adalah orang yang jadi mhs di era nya ARS, SHP, Susanto… dimana ketika itu banyak “anak-anak dalam yang di DO, memang karena secara akademik tidak layak untuk melanjutkan kuliahnya… (Sdr.ETW anak seorang orthopaedist, ARBH anak mantan PUREK I, ESPAGS Putra mantan Dekan (AZW AGS) , dan puta Mantan Dekan (MGN). Dan waktu itu para guru kita dengan gentlement berani melakukan itu….. Tetapi saat ini orang=orang tersebut cukup berhasil dibidangnya masing2….
    Inilah gambaran 25 – 30 tahun lalu
    Sekarang???? kita kembali bercermin dengan diri kita sendiri apa yang sudah dan akan kita lakukan??? tanpa harus berpikir apa yang sudah dah akan kita dapatkan.
    Sekali lagi maju terus dengan penuh rasa tanggung jawab buat ARS!!!!

  13. Santun Penjilat berkata:

    saya hakul yakin inilah potret oknum di bagian UPEP. Mereka allergi dikritik karena UPEP inilaj tempat mereka mencari duit. Lihat saja dokter irfanudin, guru kami yang terhormat itu. Bohongnya nyata sekali. Katanya beli mobil kontan (cash), tapi beli laptop kredit. Bohong kan. Mahal mana mobil dengan laptop.
    Lalu dokter Legiran. Prakteknya sepi sekali seperti kuburan. Sepi sampai sekarang. tapi bisa beli mobil. Padahal sekolah dulu senen kemis. Dia juga bukan anak orang kaya, bukan menantu orang kaya. Dia juga sering menanda tangani dosen yang tidak masuk dan mengambil hinorariumnya. Dia ngenyek dokter aroisman jual diktat, tapi dia sendiri memaksa jual diktat. Dokter arisman diktatnya bagus, dan diktat itu sekarang sedang diproses untuk diterbitkan oleh penerbit terkenal di Jakarta. Sedang dokter legiran yang dipaksa jadi kapala bgian anatomi itu sekedar nyekan gambar dan dijual mahal. Dokter yuwono sama persis. Ngotot menyortir soal ujian mcq ternyata ada duitnya. Blog ini ada saya kira gara2 dia juga. Begitu kan. Lihat saja tulisan pertama di blok ini kan berupa tuntutan arisman terhadap yuwono dan hasrul han. Dua ora ustad yang tak bertindak sedikit pun di dalam kekisruhan ini sama saja dengan berkomplot.
    Saya sangka si yuwono juga punya peran dalam mengampangi arisman.Terkututklah kalian yang solat tidak pernah tinggal tapi berlaku zalim dan tidak adil serta suka memfitnah sesama.

  14. Santun Penjilat berkata:

    Aku rasa arisman memnang tidak pernah buka praktek sejak lulus dokter. jadi kalai pemburu monyet mengatakan pasien arisman tidak ada dan oleh karena itu menulis di blog ini sekedar mencari perhatian itu salah besar. Fitnah.
    Lucunya pemburu monyet menulis blog ini tidak bermutu. Jika begitu mengapa dia bisa menulis di sini. Dasar monyet. Aku coba menebak. Si monyet ini Irfan atau Ucok. Tapi bukan tidak mungkin yuwono dan muhamin ramdjah juga ikutan.

  15. pemburumonyet2 berkata:

    Santun Penjilat = Wong Kito = arisman…!

    itu tuh si ARISMAN itulah, cuma buat namo yang beda-beda.

    jingok be dak katek komentar yang menanggapi atas namo dio, sedangkan aslinyo wongnyo NYENYES CAK BETINO!!

    jingok be kato2 nyo tu samo persis, tuduhan nyo jugo ke wong-wong yang samo: irfan, yuwono, legiran, dll.

    siapo lagi yang dak katek gawe nulis-nulis cak ini selain arisman?

    kawan-kawan jingok be di madang tuh, setiap hari, cuma si arisman ini yang dak katek gawe, gawenyo cuma nongkrong, atau maen internet di laptop.

    sedangkan yuwono, irfan, legiran, dkk, mereka sibuk dengan kegiatan mereka seperti mengajar, dan kegiatan lainnya.mana sempatlah mereka ngurusin hal-hal dak beguno macem ini.

    jadi kawan-kawan di sini jangan tertipu, di blog ini, seolah-olah si arisman ini banyak yang mendukung. wong-wong yang mendukung di sini cuma kloningan nyo si ARISMAN MONYET itulah

    kawan-kawan si arisman sehari-hari itu pak satpam , tukang kebon, dll, yang jelas-jelas dak ngerti komputer,

    jadi intinyo, arisman ni memang CAPER = CARI PERHATIAN..kareno dio sakit hati dak dipake di UPEP…dak dipake jugo kareno si ARISMAN INI IDAK BERKUALITAS!!!

    kesian nian oi…tobatla la pulo..awak la tuo..dak kesian apo jingok anak awak kagek

  16. buat rekan-rekan sekalian,baik rekan sejawat ataupun mahasiswa.berhentilah saling mencaci maki,saling mencela atau saling menjatuhkan!!!
    lebih baik kita sama-sama introspeksi diri kita masing-masing.
    mungkin kutipan lagu ini bisa menggugah hati saudara sekalian,,amien..

    Andai kau tahu
    Kapan tiba ajalmu
    Kau akan memohon Tuhan
    Tolong panjangkan umurmu

    Andai kau tahu
    Kapan tiba masamu
    Kau akan memohon Tuhan
    Jangan kau ambil nyawamu

    kau takut akan semua dosa dosamu
    kau takut dosa yg terus membayangimu

    Andai kau tahu
    Malaikat-Nya kan menjemputmu
    Izinkan kau mengucap kata taubat pada-Nya

    kau takut akan semua dosa dosamu
    kau takut dosa yg terus membayangimu

    Ampuni kau dari segala dosa dosamu
    Ampuni kau menangis kau bertaubat pada-Nya
    kau manusia yang takut neraka
    Namun kau juga tak pantas di surga

    Andai kau tahu
    Kapan tiba ajalmu
    Izinkan kau mengucap kata taubat pada-Nya

    kau takut akan semua dosa dosamu
    kau takut dosa yg terus membayangimu

    Ampuni kau dari segala dosa dosamu
    Ampuni kau menangis ku bertaubat pada-Nya

  17. Wong Kito Jugo berkata:

    Pemburu monyet..( apolah namo kau…) aku bukan ars….. aku jugo bukan orang dalam….. aku jugo bukan bagian dari konflik internal fkunsri….
    Itulah cerminan dari kata-kata anda ( sedang kalap???) yang sering anda lontarkan dalam blog ini.
    Blog ini sudah banyak diketahui oleh alumni di Pulau Jawa… dari angkatan 60 an sampe 2000 an….. dan pernah dibahas di temu alumni di luar kota (jawa) beberapa waktu lalu….
    semoga anda yang ngaku orang terdidik… terpelajar tidak merendahkan martabat satpam…. dan tukang kebon… jangan-jangan mereka lebih mulia dari pada anda…..
    viva efka…. viva kebenaran….

  18. WONG WARAS berkata:

    Pemburu monyet= Mamang monyet

    Mungkin anda juga yang memakai nama arismonyet. Saya yakin anda seorang penakut (buyan), buktinya anda tidak berani menggunakan nama asli di blog ini. Dan yang kedua, kalau anda memang berani, kenapa tidak anda hadang saja si arsnya. Saya yakin pasti beres masalahnya? Anda harus hati-hati disini, karena yang mengkases sudah hampir 9000 orang (lihat blog stats). Jadi, dari mana anda tahu, bila ada salah satu yang nulis disini menjelek-jelekkan UPEP, pasti si ars. Jangan-jangan memang anda orang UPEP? Saya yakin banyak teman di Jawa sana yang mengikuti perkembangan blog ini, makanya anda bergaul. Jadi kalau ada yang jelek tentang UPEP, jangan langsung nuduh ars. DI FK ini, sdh kelewat banyak anak-anak sejawat yang kuliah disini. Jadi informasinya pasti cepat nyebar kemana=mana. Heran semenjak kepimpinan Zarkasih dkk, yang muncul hanya kata-kata sumpah serapah. Untuk anda kok lancar sekali ngomong jorok termasuk ngentot; jangan-jangan anda anak lonte?

  19. Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh wahai sahabat, adik, kakak, guru, mamang, bibik, handay taulan sekalian…..

    Hidup ini hanya sementara…
    Mungkin hanya 60-90 tahun, atau bisa dibawah itu.
    Coba kita ingat, berapa umur kita sekarang!
    terus bertambah… dan bertambah…
    Artinya, usia kita terus berkurang dan berkurang….

    Hidup ini bukan punya kita…
    Tapi kepunyaan ALLAH SWT
    Hanya Dia yang mempunyai semua kehidupan, baik yang ada di dunia, maupun di akhirat.
    Kita tidak boleh dzalim terhadap apa yang bukan milik kita (kecuali jika kita memang sudah sesombong itu untuk mengakui bahwa “hidupku adalah milikku”, atau untuk mengakui bahwa “hidupku aku yang menentukan”).

    Suatu saat hidup kita (kepunyaan ALLAH SWT) ini akan diambil kembali oleh tuannya.
    Saat itu, kita akan diminta pertanggungjawaban tentang apa yang telah dititipkan kepada kita (yaitu hidup kita).

    Lalu, apa yang akan kita katakan ketika pertanggungjawaban itu diminta???
    Apakah kita sudah siap menghadapi hari pertanggungjawaban itu???

    Kita tidak pernah tau kapan hari pertanggungjawaban itu akan tiba.
    Mungkin setelah memberi komentar ini saya segera akan mempertanggungjawabkan hidup saya. Saya tidak tahu. Mungkin juga besok. Atau lusa.
    Begitu juga dengan antum dan antuna sekalian. Kita tidak pernah tahu kapan hari itu akan tiba.

    Mari kita bersama mempersibuk diri sendiri untuk menghadapi hari itu.
    Mari kita berlomba mempersiapkan diri untuk hari itu.

    Ingatlah, pada hari itu, bahkan seorang ibu pun akan melupakan anak yang sedang disusuinya. Lalu bagaimana dengan kita di “sini” yang terus berselisih, sedang seorang ibu yang pengasih pun akan terlupa dengan anaknya?????
    Tidakkah engkau akan menangis dihari itu…
    Tidakkah engkau akan menyesal dengan apa yang telah engkau lakukan, yang sedang engkau lakukan, dan yang akan engkau lakukan…

    Kita semua bersaudara wahai saudara-saudaraku…
    Kita lahir dari satu rahim yang sama, Ibunda Hawa Alaihi Salam…
    Kita tercipta dari bahan yang sama, saripati tanah…
    Kita diciptakan oleh Tuhan yang sama, ALLAH SWT….

    Lalu kenapa kita saling mencela, saling memaki, saling menghina, saling menyalahkan, saling membenci, saling mendendam, saling mengutuk, dan saling mendzalimi…????

    Tidakkah engkau pikirkan bahwa ALLAH SWT menyaksikan apa yang kita lakukan…
    Ia tidak pernah berhenti memperhatikan kita, mengasihi kita, menyayangi kita, dan mengayomi kita…

    Lalu kenapa kita saling mencela, saling memaki, saling menghina, saling menyalahkan, saling membenci, saling mendendam, saling mengutuk, dan saling mendzalimi…????

    Wahai saudara-saudaraku…
    Apakah engkau tahu bagaimana ketika Rasulullah MUHAMMAD SAW berjuang keras untuk memberikan “cahaya” kepada kita seperti sekarang ini???
    Saya memang tidak banyak tahu tentang itu. Tapi menurut saya perjuangan itu jauh lebih sulit daripada perjuangan kita di FK UNSRI tercinta ini.

    Lalu kenapa MUHAMMAD SAW berhasil dalam perjuangannya???
    Apa yang membuatnya begitu sukses, hingga Ia SAW diakui sejagat raya sebagai pemimpin dan pejuang tersukses???

    RIDHA ALLAH SWT

    Itulah kuncinya…
    tidak ada kunci lain untuk berhasil, kecuali RIDHA ALLAH SWT.

    Mari bersama kita gapai RIDHA ALLAH SWT di FK UNSRI tercinta ini…
    Semoga ALLAH melimpahkan RIDHANYA kepada kita semua…amin….

    Engkau adalah seorang terpelajar, dan saya kira engkau tahu bagaimana untuk mencapai RIDHA ALLAH SWT tersebut.
    tentu tidak dengan mencela, mencaci, menyakiti, atau mendzalimi sesama saudara sendiri, sesama hamba, sesama makhluk siptaan ALLAH SWT.
    Kita harus berkata jujur tentang diri Kita! Kita adalah hamba Allah yang lemah dengan segala kekurangannya.
    Tidak ada yang sempurna di antara kita. Hanya ALLAH SWT yang maha sempurna.

    semoga kita selalu berada dalam bimbingan ALLAH SWT menuju jalan kebenaran yang dikehendaki-NYA, SYURGA…amin…

    dari seorang manusia hina, yang tidak tahu apa-apa, kecuali atas izin dan kehendak ALLAH SWT.

    Wassalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh…

  20. Emir Fakhrudin berkata:

    Saya Emir Fakhrudin,
    betapa terkejutnya saya ketika mendengar dari teman-teman, bahwa saya dijelek-jelekkan di blog ini.

    Terutama untuk seseorang yang menulis komentar pada tanggal April 22, 2008 @ 8:39 am, dengan nick name Pedulifk

    Untuk peduli fk, sepertinya kamu yang tidak tahu peraturan, tib-tiba mau menghina orang seenak nya saja.

    Menurut PERATURAN KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2005 TENTANG REGISTRASI DOKTER DAN DOKTER GIGI KETUA KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA, Pasal 7 ayat 1, Peserta PPDS/PPDGS wajib memiliki STR dokter atau STR dokter gigiserta sertifikat kompetensi peserta PPDS/PPDGS. dan ayat 2 Sertifikat kompetensi peserta PPDS/PPDGS sebagaimana dimaksud ayat 1 , dikeluarkan secara kolektif oleh KPS atas nama kolegium terkait.
    jadi, saya masuk ppds obgyn, memang belum memiliki str, dimana str yang kamu maksud itu adalah str dari konsil kedokteran yang nantinya digunakan untuk mengurus SIP, barulah kita bisa praktek, sedangkan untuk dokter peserta ppds, str yang diperlukan adalah str pendidikan yang dikeluarkan oleh kps departemen pendidikan di rumah sakit masing-masing, yang dengan kata lain, dokter peserta ppds terseut hanya bisa melakukan pelayanan kesehatan di rumah sakit tempat ia bernaung melakukan pendidikan ppds nya tersebut. lagipula str saya yang dari konsil akan keluar bulan juli nanti, jadi apa masalahnya? di mana letak pelanggarannya? Kamu iri dengan saya ,yang ,alhamdulillah.., saya beruntung bisa melanjutkan pendidikan saya.

    Kamu sendiri, jika kamu teman seangkatan saya, angkatan 2001, tentunya kamu pernah jaga klinik sebelum STR keluar , bukan? berarti kamu sendir yang melanggar peraturan tersebut.

    Saya sangat tidak suka sekali dengan kamu menyebut nama Ayah saya dengan kata-kata “si rizani”. Kamu telah menghina Ayah saya, dan juga tentunya Beliau adalah Dosen kamu juga.

    Jika kamu ada masalah dengan saya, temui saya, kita selesaikan dengan kepala dingin dan memegang teguh rasa persaudaraan kita sebagai teman sejawat, bukan dengan cara menghina-hina saya dan Ayah saya di internet seperti ini, mencemarkan nama baik saya dan Ayah saya.

    Untuk yang lainnya, yang menjelek-jelekkan anak dokter di sini, yang mengejek-ngejek dengan sebutan “suku anak dalam”, apa kalian iri, dengan anak-anak dokter? apa salahnya mereka juga ingin menjadi dokter seperti orang tuanya? jika mungkin nilai mereka dipermudah oleh dosen mereka, yang mungkin kebetulan teman orang tua mereka, ya nasib mereka mungkin sedang beruntung. kenapa harus iri? apa mereka pernah mencelakakan kalian? pernah menjelek-jelekkan kalian seperti kalian menjelekkan mereka di internet seperti ini? saya yakin sekali jika kalian juga anak dokter , saya yakin 10000000111% akan mengalami nasib yang sama.

    untuk pedulifk, jika kamu memang ada masalah dengan saya, dan jika kamu orang yang beradab, mari, temui saya, tentu kamu tahu dimana kamu bisa menemui saya. Alamat, no telepon saya pun bisa dengan mudah kamu dapatkan.

    Untuk Pak ARS, saya menghormati Bapak sebagai dosen saya, saya tak mungkin bisa seperti ini tanpa bimbingan Bapak pada saat saya masih kuliah. Untuk itu saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Mengenai masalah di internal di fakultas, saya merasa tidak berhak memberi komentar, apalagi di media publkasi umum seperti ini.

    Salam ,

    Emir Fakhrudin

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s