Renungan

UAN vs Ujian Kompetensi

Jika murid-murid sekolah dasar dan lanjutan mengenal ujian akhir nasional (UAN), mahasiswa Fakultas Kedokteran dicemaskan oleh keharusan untuk mengikuti ujian kompetensi. Saya tak bermaksud menyamakan, apalagi menyetarakan, kedua macam ujian ini; namun keduanya memiliki (setidaknya menurut saya) kemiripan: dua-duanya berupaya, tersurat atau sekadar tersirat, menyetarakan mutu lulusan dokter di seluruh negeri. Saya juga tidak tahu pikiran apa yang merasuki Petinggi KKI ketika keharusan itu diputuskan? Yang saya sedikit mafhum ialah besarnya biaya yang timbul akibat kewajiban ini. Apa boleh buat, jika dokter (lulusan Universitas mana pun) tidak lulus ujian kompetensi berarti dia kehilangan kesempatan untuk memperoleh izin praktek. Seritifikat kompetensi merupakan salah satu syarat penerbitan izin praktek.

Suatu hari saya dirisaukan oleh isu kepindahan mahasiswa FK Universitas “A” ke FK Universitas “B”. Bergeser dari bangku kuliah di Universitas “A” ke ruang kuliah di Universitas “B” (keduanya berada di dua Propinsi berbeda) mungkin bukan dosa, tetapi ia manabrak tatakrama administrasi. Fakultas kedokteran “A” belum diakreditasi (rombongan mahasiswa angkatan pertama baru tiba di jenjang semester V), sementara FK Universitas “B” terakreditasi A. Ada perbedaan mencolok antara kata “diakreditasi” dan “terakreditasi”. Suatu institusi pendidikan belum diakreditasi karena persyaratan untuk mengikuti proses akreditasi (salah satunya ialah telah meluluskan dokter) belum terpenuhi. Jika waktunya telah tiba, setidaknya 3-4 tahun lagi, FK Universitas “A” tak kan mungkin beroleh nilai A, paling mujur (mukjizat) B.

Rekrutmen mahasiswa FK Universitas “B” melalui proses SPMB, sementara mahasiswa FK Universitas “A” hanya menjalani ujian lokal (mutu materi ujian lokal diyakini jauh di bawah SPMB); di samping sebagian mahasiswa Universitas “A” terambil dari lulusan SMU jurusan IPS. Saya belum tahu pasti apakah IPS diperbolehkan mengikuti pendidikan dokter. Yang saya pasti tahu ialah, bahwa lulusan SMU jurusan IPS belum pernah diberi peluang mengikuti ujian SPMB calon mahasiswa efka. Namun demikian, FK Universiras “B” pun pernah menerima lulusan IPS, meski lewat jalur khusus (non-SPMB).

            Saya tidak berniat menomorduakan lulusan IPS. Saya juga tidak bermaksud mengatakan bahwa hanya lulusan IPA (kini juga IPC) yang kompeten menjadi dokter. Kemungkinan keberhasilan seseorang, menurut saya, tidak hanya ditentukan oleh penjurusan di SMU, tetapi juga oleh kekuatan minat yang terbalut tekat bulat serta terbungkus strategi yang sinifikan (sudah tentu didukung finansial). Belajar ilmu kedokteran secara otodidak bukan lagi hal mustahil di masa serba hightech ini. Tontonlah film … (saya lupa judulnya), yang dibintangi Nick Nolte: ketika team dokter ahli telah angkat tangan dari pengobatan alzheimer’s yang diderita anak satu-satunya, dia bahkan (setelah melalui menelaah puluhan buku teks) berhasil membuktikan kalau team dokter salah mendiagnosis, dan akhirnya berhasil menemukan obat untuk anaknya (dan sembuh).

 

            Namun demikian, ini masalahnya, kaidah rekrutmen calon mahasiswa efka menyaratkan hal itu. Oleh sebab itu, semua lulusan IPS yang diterima kuliah di efka (tentu saja lewat jalur non-SPMB itu) boleh disandangkan sebutan “mahasiswa aspal” alias asli tapi palsu.

Standar

3 thoughts on “UAN vs Ujian Kompetensi

  1. TeHaPe^_^ berkata:

    sepertinya ArisMonyet adalah fans berat Anda.
    hati-hati, fans berat biasanya memiliki gangguan kejiwaan dan punya obsesi yang aneh…
    hiiiiy……!!!

  2. Tuan konyol berkata:

    Hari Gini ngurus FK pecak ngurus SD inpres bae……….
    Pasar pagi……… apola namonyo……….
    inget bapak-bapak yang ngurus fk…. yang nak dididik tu calon dokter bukan calon tukang………

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s