Renungan

International English Class

Pada tahun ajaran 2006/2007 ini Fakultas Kedokteran membuka kelas baru berbahasa Inggeris yang bertaraf (maunya) internasional. Karena baru pertama, rekrutmen tidak melalui SPMB, melainkan hanya ujian lokal. Saya tak tahu pasti apa latar belakang tertulis pembukaan kelas ini. Namun demikian, satu hal yang hampir selalu disuarakan oleh Pimpinan Fakultas pada berbagai kesempatan ialah, bahwa peresmian kelas extention ini ditujukan untuk merespons isu pasar global yang akan segera diberlakukan pada tahun 2010. Intinya, Pimpinan Fakultas (tentu saja atas desakan Rektor) menginginkan, jika terlalu lancang untuk disebut memimpikan, dokter lulusan fakultas ini sederajat dengan kolega dokter keluaran John Hopkins di Amerika Serikat sana. Dan, tentu saja, satu saat kelak, mereka akan mendunia dalam “membisniskan” penyakit.

Guna mewujudkan mimpi ini, Pimpinan all-out banting tulang membangun sarana dan prasarana kuliah. Lantai kelas dilapis marmer, dinding ditempeli AC dan exhaust fan setelah sebelumnya ditempeli keramik. Sebuah LCD projector digantung pada langit-langit setiap kelas. Keekslusifan kelas khusus ini makin dikentalkan oleh keharusan memiliki (tentu saja harus dibawa setiap kuliah) laptop (saya kerap menjuluki mereka “leptopspirosis”: diplesetkan dari kata leptospirosis, karena saat kuliah pertama rombongan mahasiswa penjinjing laptop ini bersamaan dengan waktu peledakan KLB leptospirosis di Jabar) bagi semua mahasiswa.

Maka, tidak aneh jika kemudian kelas ini dikenal sebagai sekawanan borjuis, dan terkesan bergaya-hidup bak selebritis: kemana-mana mengendarai mobil “bagus”, menenteng laptop sembari menggenggam Hp 3G. Begitulah gaya hidup para mahasiswa the have, yang jika dikaji berdasarkan cost-benefit analysis memantulkan aroma kemubaziran. Betapa tidak, laptop (sebagian besar berkelas dual core 2) yang sedianya ditujukan untuk mengeduk informasi di dunia maya, ternyata hanya dipakai ber-chatting-ria di blog friendster; atau iseng mengunduh video-stream biru anak-anak Sekolah Lanjutan.

Sayang sekali, memang,

Standar

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s