Pengumpan RSS

Hasil Ujian Blok 9 2011

1. Agar terlepas dari jerat risiko penyakit degeneratif, seorang penderita obesitas telah berkeputusan untuk menurunkan berat badan secepatnya. Dengan BMI 26 dan tekanan darah 140/80 mm Hg, pendekatan terapi yang boleh diterapkan pada wanita ini ialah …
A. meresepkan serat*,
B. meresepkan orlistat,
C. meresepkan chitosan,
D. meresepkan spirulina dan cuka apel.

2. Obesitas sentral berpeluang menerbitkan risiko lebih tinggi ketimbang obesitas general. Tingginya risiko ini dilatarbelakangi oleh karena aliran darah di daerah perut lebih besar tinimbang daerah tubuh lain; di samping …
A. reseptor kortisol di tempat itu lebih banyak,*
B. reseptor androgen lebih sedikit,
C. reseptor katekolamin lebih banyak,
D. reseptor testosteron lebih sedikit.

3. Seorang penderita obesitas yang tengah menjalani pengobatan gizi medis berkeinginan mencantumkan ikan ke dalam menu makan siang. Ikan yang boleh disantap oleh penderita obes ini ialah …
A. ikan patin sungai*,
B. ikan patin tambak,
C. ikan kembung,
D. ikan tenggiri.

4. Seorang penderita obesitas yang tengah menjalani pengobatan gizi medis berkeinginan mencantumkan sayuran dan buah ke dalam menu makan siang. Sayuran dan buah yang boleh disantap sekehendak oleh penderita obes ini ialah …
A. kacang hijau*,
B. jeruk sitrun,
C. jeruk bali,
D. kacang kedelai.

5. Seorang penderita obesitas yang tengah menjalani pengobatan gizi medis secara tidak sengaja telah menyantap sebuah telur goreng mata sapi di luar ketentuan menu makan siangnya. Agar kalori dalam telur itu tidak berpengaruh menambah energi yang telah terhitung, si penderita obes mesti melakukan kegiatan fisik …
A. berjalan kaki selama 20 menit, atau*
B. bersepeda selama 10 menit, atau
C. bersepeda selama 5 menit, atau
D. berlari kencang selama 1 menit.

6. Prinsip penanganan obesitas berupa pencegahan terhadap pertambahan berat badan, promosi pengurangan berat, serta managemen faktor komorbid. Yang termasuk ke dalam faktor komorbid ialah …
A. osteoartritis*,
B. hiperinsulinemia,
C. kanker,
D. menopause.

7. Prinsip penanganan diabetes mellitus pada hakekatnya berupa upaya mencapai berat badan ideal, mengikuti diet khusus diabetesi, serta berolah-raga secara teratur. Prinsip pemilihan bahan makan dalam penanganan diet, antara lain, ialah pemilihan makanan yang berindeks glisemia paling rendah. Pilih satu makanan di bawah ini yang berindeks glisemia terendah.
A. Kacang tanah*.
B. Buncis.
C. Beras merah
D. Pisang.

8. Diabetes, terutama jika kadar glukosa senilai ≥ 280 mg/dl, telah belangsung lama, akan mengakibatkan glucose toxicity. Pada keadaan ini, biasanya telah banyak zat gizi mengalami defisiensi. Salah satu elemen kelumit (trace element) penting bagi kepekaan reseptor insulin, yang juga berkekurangan ialah …
A. kromium*,
B. seng,
C. manganium,
D. magnesium.

9. Magnesium dan insulin bersifat saling membutuhkan. Tanpa magnesium kelenjar pankreas tidak akan mampu menyukupkan produksi insulin, sementara hiperglisemia berat menyebabkan ginjal tidak mampu meretensi magnesium. Pilihlah satu makanan di bawah ini yang berkandungan magnesium paling tinggi.
A. Katul (bran)*
B. Beras merah.
C. Kentang bakar berkulit.
D. Roti merah.

10. Hipoglisemia kerap menjangkiti para diabetesi pengguna insulin atau antidiabetik oral (ADO) yang bersifat merangsang insulin. Hipoglisemia ringan bisa ditangani dengan pengkonsumsian dengan cepat glukosa sebanyak 20 gram. Makanan, atau minuman, yang mengandung glukosa mudah serap ialah …
A. jus jeruk*,
B. minuman cola
C. jahe manis
D. minuman cola diet

11. Jika pada suatu ketika seorang diabetesi terjerat hipoglisemia, penangan yang seharusnya dilakukan ialah menghentikan kegiatan seketika, di samping pengkonsumsian makanan yang mengandung karbohidrat sebesar 15 gram. Sumber makanan yang mengandung 15 gram karbohidrat ialah …
A. setengah cangkir jus jeruk*,
B. setengah potong roti putih,
C. setengah cangkir nasi,
D. setengah kentang masak lumat.

12. Olahraga bukan hanya sekadar berfaedah menipiskan tumpukan lemak di sekitar perut, tetapi juga berkhasiat memperbaiki kepekaan insulin. Namun demikian, tidak semua diabetesi boleh melakukan olahraga kapan saja. Para diabetesi tidak dianjurkan berolah-raga jika kadar gula darah puasa bernilai di atas …
A. 250 mg/dl*,
B. 260 mg/dl,
C. 270 mg/dl,
D. 280 mg/dl.

13. Seorang wanita telah merasa dirinya obes, karena hasil penghitungan BMI-nya telah mencapai bilangan lebih dari 30. Namun demikian, untuk mendiagnosis dirinya telah mengalami sindrom metabolik, ia juga harus memenuhi kriteria berikut (berdasarkan kriteria NCEP/ATP III): …
A. lingkar perut lebih dari 88 cm*,
B. rasio pinggang-panggul 0,9,
C. kadar HDL kurang adari 40 mg/dl,
D. terperiksa mikroalbuminuria.

14. Dislipidemia tidak jarang ditulis sebagai hiperkolesterolemia, atau hiperlipoproteinemia. Seseorang baru boleh disebut dislipidemia manakala rasio kolesterol total dan kolesterol HDL-nya bernilai …
A. 4,5*
B. 4,7
C. 4,9
D. 5,1

15. Pengobatan gizi medis (PGM) merupakan inti konsep penanganan dislipidemia lewat jalur perubahan gaya hidup. Obat baru boleh digunakan jika pendekatan PGM selama 6 bulan tidak membuahkan hasil. Kontribusi serat yang larut (soluble fiber) di dalam menu hendaknya sebesar …
A. minimal 10 gram sehari,
B. minimal 15 gram sehari,
C. minimal 20 gram sehari,
D. minimal 25 gram sehari*.

16. Penderita dislipidemia dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung serat larut (soluble fiber) setidaknya dalam jumlah minimal. Bahan makanan yang paling banyak mengandung soluble fiber di bawah ini ialah …
A. kacang hijau,
B. kacang tanah*,
C. kacang kering,
D. wortel

17. American Heart Association (AHA) mewajibkan pencantuman dietary fiber sebesar 20-30 gram sehari. Dengan kata lain, asupan serat tidak boleh terlalu besar atau terlalu kecil. Asupan serat dinilai tinggi jika besarannya per kilokalori asupan energi total senilai …
A. lebih atau sama dengan 20 gram/kkal*,
B. berkisar antara 10-19,9 gram/kkal,
C. sama dengan 10 gram/kkal,
D. kurang dari 10 gram/kkal.

18. Seorang penderita DM yang disertai dengan dislipidemia dianjurkan untuk mengkonsumsi lebih banyak serat. Agar tujuan ini tercapai, dia diajari untuk memperbanyak makanan tertentu sembari mempersedikit makanan terentu pula. Jenis makanan yang sebaiknya diperbanyak ialah …
A. permen dari buah kelapa*,
B. permen terbuat dari selai,
C. permen dari jelli,
D. permen keras mengandung madu.

19. Asupan polyunsaturated fatty acid (PUFA) bagi penderita dislipidemia dianjurkan paling banyak 10% kalori total. Asam lemak omega 3 dan 6 termasuk ke dalam PUFA. Bahan makanan berikut yang paling banyak mengandung asam lemak omega 6 ialah …
A. minyak bunga matahari*,
B. biji bunga matahari,
C. minyak jagung,
D. biji jagung.

20. Bagi penderita dislipidemia yang dianjurkan untuk mengurangi asupan lemak jenuh dan kolesterol, makanan berikut ini sebaiknya dipilih:
A. Kerang.*
B. Bebek peliharaan.
C. Jerohan.
D. Permen coklat susu.

Satu Tanggapan »

  1. horeee, blog ini aktif lagiii. pengen tau kabar terbaru dari fk unsri yg tercinta.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 857 pengikut lainnya.