Nutrient’s Weblog

Januari 14, 2009

Avatar si Penebar Fitnah

Diarsipkan di bawah: Renungan — rizkiadi @ 3:09 am

Seseorang dengan nama sandi Avatar.dum.dum membongkar “masalah internal” bagian Gizi, yang semestinya milik “orang-orang bagian” itu sendiri, ke Blog ini; menurut saya bukan tanpa tujuan. Orang ini tahu persis apa yang tengah terjadi. Orang ini tahu persis kalau Arisman telah mengirim surat protes ke Dekan (PD I) tentang “pencabutan illegal” dirinya dari keanggotaam Blok 6. Orang ini, sesungguhnya amat mudah ditebak siapa, tampak dengan jelas membela Keputusan Kepala Bagian Gizi (selanjutnya disingkat Kabagiz), namun sekaligus menebar fitnah tentang “kebrutalan” arisman. Agar pembaca tidak susah mencari naskah sang pembela itu, berikut saya “kopikan” tulisannya (di bawah Topik “TENTANG SAYA”): …

By: Avatar.dum.dum on Mei 18, 2008 at 1:23 am

Yanti penanggap terakhir blog ini, sekali lagi adalah Arisman yang narsis dengan nama ARS. Internet FK mogok selama berbulan-bulan, maka Arisman kehilangan pekerjaan. Blog ini pun hilang dari peredaran. Arisman datang ke FK jam 7 pagi, lalu nongkrong di sudut-sudut FK. Jam 8 atau jam 9 dia menghilang. Lalu jam 2 sampai jam 5 ada lagi di FK, mondar-mondar, wara wiri, ngobrol sana ngobrol sini.

Man…man…sudahlah Man!!! Cari gawe yang bermanfaat bae. Mbikin blog boleh-boleh saja, tapi bukan untuk mencaci maki orang lain.

Awak jangan sembarang nuduh. Tuduhan awak sama sekali ngawur!!! Dr Syarif tak pernah satu kata pun nulis di blog ini. Dr Syarif membaca, lalu tertawa, dan introspeksi. Tap, untuk nulid, Dr Syarif tak tergerak sedikit pun.

Omongan seperti yang ditulis “Yanti” ini sudah sering awak omong kan, di depan Anatomi, di pos SATPAM, dan di dapur FK, tempat dimano awak menghabiskan jam-jam kerja sepanjang hari. Dan khalayak mencatat omongan ini. Jadi, kalau awak menuliskannya dengan nama Yanti, maka awak sedikit banyak mendeskriditkan Yuk Yanti Biokimia, seorang dosen yang selalu tenang, tak pernah emosi, baik hari dan pintar. Dan khalayak tetap akan tahu bahwa tulisan itu adalah tulisannya Arisman….

Dr Nazly juga tak ada waktu untuk nulis di blog ini. Dr Nazly tetap baik hati. Beliau tetap berusaha membela Arisman, meski Arisman sering ngomong ngelantur dan menyakiti hati….

Awak Man, ngirim surat ke Dekan, berkecil hati karena awak dicoret dari Blok 6. Awak MAn, tak perlu berkecil hati karena dicoret di blok 6, seharusnya awak introspeksi. Ngapo awak dicoret. Karena di setiap blok dimano awak bergabung, maka disana akan terjadi “kerusuhan”. Assignment nak diborog dewek (karena ada honornya…?), SOCA ngenjuk nilai 0, berteriak-teriak skenario jelek, mengintimidasi pegawai-pegawai UPEP, dak galak ngenjuk soal dll. Itu sebagian kenakalan Dr ARisman di dalam blog, yang tentu saja memperkeruh suasana kerja di dalam blog. Wajar saja kalau Dr Nazly “mengistirahatkan” awak dari blog 6. Awak nulis surat ke Dekan, kecewa, mundur. Semua orang bertepuk tangan. Ini kesempatan untuk mengeliminir Dr Arisman dari kegiatan mengajar di FK. Tapi, Dr Nazly tetap berusaha membela Anda, beliau tetap berencana menempatkan Anda di blog-blog berikutnya.

Tak seharusnya Anda mencela Dr Nazly dan Dr Syarif terus menerus. Beliau berdua tetap berniat baik untuk kebaikan Anda dan kebaikan semua.

Man, tayangkan tulisan ini ya….

Biar khalayak ramai membacanya, termasuk mahasiswa yang sekarang semakin intensif meniru Anda, dengan ke kampus memakai sandal dan berkaos oblong.

Sekali lagi, Dr Syarif dan Dr Nazly tidak ada “hard-feeling” dengan awak Man. Beliau berdua baik baik saja. Dan semua orang salut dengan sikap mereka.

DR. Enaldi bukan Sukarno, bukan Hatta, bukan Syahrir. DR Enaldi ya DR Enaldi, yang cerdas dan berwibawa. Semasa hidupnya dia pernah berkata supaya dipanggil “Pak” atau “Dok” saja, tak usah di panggil “Prof”. Dan, beliau juga pernah menyatakan keberatan dipanggil Bung oleh mahasiswa.

“Apa saya ini sama dengan Bung Mamat, yang jual obat di bawah Ampera itu?” begitu kata Dr Enaldi.

Orang ini jelas dekat dengan Nazly dan Syarif, jika tidak bisa dikatakan memang kedua orang itulah sang Avatar. Simak saja tulisannya: dia menyapa arisman dengan sebutan awak, yang berarti kalau dia itu berusia lebih tua (atau paling tidak sebaya) dengan arisman. Namun demikian, dia masih berusaha menyarukan identitasnya dengan jalan menyebut “Yanti” (yang diposisikannya sebagai dokter Yanti di Bagian Biokimia) dengan sapaan “ayuk”. Dengan menulis seperti ini dia berharap kalau orang (pembaca) akan menebak dia berasal dari kalangan muda di UPEP. Sayang sekali, dia tidak pandai mengendalikan tulisannya. Inilah dampak buruk dari ketidakpandaian membahasakan pikiran (hebatnya orang ini, dan juga komunitasnya yang berbahasa tidak lebih baik dari dirinya, selalu mengklaim diri amat pandari menulis skenario: baca SEKENARIO, alias skenario sekenanya).

(lagi…)

Blog pada WordPress.com.