Nutrient’s Weblog

Juli 26, 2008

Tanggapan atas pertanyaan tentang “Praktikum Dukungan Nutrisi pada PPOK”

Diarsipkan di bawah: Tulisan Ilmiah — rizkiadi @ 4:14 am

Tanggapan atas pertanyaan tentang “Praktikum Dukungan Nutrisi pada PPOK” (narasi soal ini saya salin sesuai dengan aslinya): ..

Soal Kasus

Seorang penderita laki-laki dengan nama A, mengeluh sesak napas. Penderita berumur 60 tahun, mempunyai berat badan 45 kg dan tinggi badan 165 cm. Sejak 1 minggu sebelum MRS mengeluh nafsu makan menurun. Penderita ini didiagnosis PPOK, hasil laboratorium albumin 3 g persen, analisis gas darah Asidosis respiratorik, oleh dokter pada saat ini penderita dalam perawatan Bed rest.

Tetapkan dukungan nutrisi untuk penderita tersebut. Berikan aspek edukasi!

Tanggapan

Untuk menetapkan terapi nutrisi (pengobatan gizi medis), langkah pertama yang mesti ditempuh ialah menghitung besaran kebutuhan akan energi (selanjutnya ditulis Angka Kecukupan Energi/AKE), untuk kemudian didistribusikan sebagai persentase zat gizi makro sebagai pemasok energi yang terhitung itu. Besaran AKE bisa dihitung dengan (karena ini pasien rawat inap yang menjalani pemberlakuan tirah baring) menggunakan formula Long, yaitu:

AKE = BMR x FK x FT. AKE ialah angka kecukupan energi. FK ialah faktor kegiatan; dan FT ialah faktor trauma atau stres.

Pada kasus ini, besaran BMR dihitung dengan menggunakan formula Swinamer, bukan rumus Harris-Bennedict, yaitu BEE = BSA(941) + Tmax(104) + RR(24) Vt(804) – 4243 (BEE biasa pula ditulis sebagai BMR). RR ialah frekuensi pernapasan. T ialah temperatur. Vt ialah tidal volume. BSA ialah luas permukaan tubuh.

Body Surface Area (dalam Bahasa Indonesia ditulis sebagai LPT, atau luas permukaan tubuh) bisa dihitung dengan formula Mosteller: LPT (m2) = [TB x BB] : 3600. Tinggi badan (TB) diukur dalam cm, dan berat badan (BB) dalam kilogram.

Selesai menghitung BEE (atau BMR), selanjutnya kalian menentukan besaran tetapan untuk faktor kegiatan (FK), atau faktor trauma (FK), yang semua telah saya kuliahkan di BLOK 6 sistem KBK angkatan pertama (KBK angkatan kedua saya tidak mengajar: dirampok oleh mereka yang mengaku diri paling ahli dan berkuasa).

Kembali ke soal (dan persoalan), jika kalian hendak menyuruh saya mengerjakan soal ini, terus terang, saya tidak bisa. Masalahnya, jika hanya mengandalkan data yang ditulis di soal itu, AKE jelas tidak bisa dihitung. Apalagi kalau aspek edukasi hendak dikemukakan: problema apa yang hendak diedukasikan ke penderita? Singkatnya, soal ini tidak bisa dikerjakan. Tolong dikonsultasikan lagi dengan si pembuat soal: keliru menulis, atau memang tidak kompeten? Sebagai tambahan, perlu sekali kalian ketahui dan perdalam (karena saya yakin penjelasan ini belum terlantunkan di ruangan kuliah), bahwa goal penapisan dan intervensi gizi terhadap penderita COPD ialah (1) mempertahankan berat badan hingga kisaran BMI 22-27; (2) aras albumin serum di atas 3,5 g/dl; (3) frekuensi pernapasan kurang dari 30 kali per menit; (4) nilai FEV1 absolut lebih dari 40% nilai prediksi normal; (5) rasio FEV1/FVC lebih besar dari 70% nilai prediksi normal; (6) mempertahankan status kekebalan seoptimal-nya: Immunocompetence (reaksi DCH terhadap semua antigen yang diujicobakan, fungsi sel T dan/atau aktifitas complemet normal); (7) perbaikan keadaan komorbid yang terkait dengan COPD (dalam soal ditulis PPOK). Yang menjadi masalah ialah bagaimana cara menggapai GOAL itu. Inilah bidang tugas dosen pengampu dan mahasiswa peserta didik yang mengambil mata kuliah itu sebagai pembuktian kompetensi.

Keadaan yang tertali dengan COPD ialah (1) infeksi, baik virus maupun bakteri, yang berpeluang mengurangi keberfungsian paru, (2) pneumotoraks, (3) kor-pulmonale, (4) kanker paru, (5) infeksi mikobakterial, (6) aritmia, dan (7) hipertensi pulmonal.

Ya, itu saja dulu. Jika kalian masih ingin berkutat dengan soal ini, coba perbaiki dahulu skenario (vignette)-nya. Cobalah masukkan data-data (meski bersifat imajiner) yang telah saya paparkan di atas. Coba kalian cari pula penapisan gizi perorangan bagi penderita COPD, dan selanjutnya rencanakan petunjuk intervensi gizi itu?! Selain itu, pelajari pula obat-obat simptomatis yang kerap digunakan untuk meredakan gejala, serta kemungkinan reaksi adverse (reaksi simpang) yang terhubung dengan makanan.

Tujuan penataan diet bagi pengidap COPD ialah untuk menghidari, atau meminimalkan, kemungkinan kelelahan ketika bersantap; di samping menurunkan produksi karbondioksida, dan memperbaiki derajat kesehatan penderita. Komponen diet hendaknya disusun berdasarkan besaran kebutuhan akan kalori, kebiasan pangan, tujuan pengobatan, serta keberadaan kondisi medis lain. Kongkritnya, jika seorang pengidap COPD cepat lelah selagi bersantap, menu yang cocok baginya untuk memenuhi kebutuhan itu ialah santapan dengan porsi kecil, namun sering (smaller more frequent feedings): makanan berkandungan 50% karbohidrat biasanya mudah ditoleransi. Bagi mereka yang mengidap hiperkapnia, penggunaan lemak sebagai sumber kalori juga disukai karena CO2 yang dihasilkan lebih sedikit ketimbang karbohidrat. Namun demikian, jangan lupa memikirkan kemungkinan pengaruh tidak mengenakkan (perlambatan waktu pengosongan lambung, dan gejala ketergangguan saluran cerna akibat terlalu banyak mengkonsumsi lemak) yang bukan tidak mungkin muncul. Pada kasus ini, tidak satu makanan pun perlu dibatasi.

Pendidikan (bukan edukasi: jika kata Indonesia telah ada, gunakanlah) dicantumkan sebagai komponen penanganan oleh fungsinya sebagai penumbuh kesadaran penderita akan penyakit yang dideritanya. Pendidikan penderita pada kasus ini, tak terbantahkan, memang perlu. Namun begitu, petunjuk yang mengarah ke faktor-faktor (tentu saja yang bisa dimodifikasi) yang berpeluang memperlambat dan/atau berpotensi mempercepat penyembuhan, mesti diterakan dalam soal (skenario atau vignette), jangan disembunyikan seperti tugas (atau memang tidak tahu: tanya sama yang tahu).

Sebagai contoh, penderita COPD terbanyak berasal dari komunitas perokok (tolong dibaca antara lain: “Nutritional Assesment of Patients with COPD and Acute Respiratory Failure” serta “Standard for the Diagnosis and Management of Patients with COPD” terbitan tahun 2004; juga “GOLD” review 2005). Seluruh keterangan (tentu saja dengan bahasa yang cerdas dan lugas) yang mengaitkan rokok dan COPD mestinya dipaparkan dalam skenario. Jika si pasien ternyata tidak berdaya menghentikan kebiasaan merokok, nah, ke sanalah pendidikan itu diarahkan.

Jika mahasiswa dipaksa mengerjakan soal seperti ini untuk kemudian dinilai, dan nilai itu kemudian dijadikan salah satu komponen penentu kelulusan, format jawaban bagaimana yang akan dianggap betul? Kalian yang di UPEP (Pembantu Dekan I dan III jelas bersalah jika membiarkan penyimpangan ini terus mengalir) mesti bertanggung-jawab atas “kecerobohan” ini. Jangan asal menggelontorkan soal (atau vignette, atau skenario, atu apalah namanya) hanya sekadar pengisi jadwal. Mahasiswa ini hendak dididik menjadi dokter yang penuh imtak, bukan pengobat kaki lima.

Jadi, bagaimana sekarang, apakah skill-lab penuh “sandi” (terkeSAN asal jaDI) ini dibatalkan saja? Jika kalian berniat demikian, memang lebih baik, namun kesalahan kalian tidak serta merta pupus: kalian sudah membuat pusing mahasiswa (kalian mengajar mahasiswa KBK untuk melakukan self-learning, sementara kalian sendiri terkesan tidak melakukan “learning” apa pun: buktinya, ya vignette itu), telah menyia-nyiakan waktu mahasiswa; telah menguras kocek mahasiswa untuk makan siang, jajan, dan ongkos jalan; dan yang lebih penging lagi: kalian telah menerima honor sebagai tutor. Namun demikian, jangan pernah malu mengakui kesalahan (saya yakin kalian memiliki ratusan pembenaran untuk menjelaskan kekeliruan ini).

Juli 22, 2008

Examination for BLOK 11

Diarsipkan di bawah: Renungan — rizkiadi @ 1:24 am

Notice: 1. Write down your name on answer sheet.

2. Write down your studen identitiy number (NEM).

3. Choose the right answer, and cicle …

1. Water is importance component in the body:

A. Female has more total body water than male

B. Extracellular water: 40% body weight

C. Intracellular water: 20% body weight

D. The kidney plays a pivotal role in the maintenance of water homeostasis.

2. Hypovolemia:

A. Hypovolemia could cause tissue hyperperfusion

B. One of the sign hypovolemia is high blood pressure

C. is a condition of body fluids lacking in volume

D. In hipovolemia, hemoglobin is usually low.

3. Dehydration:

A. Is water decreases without the electrolytes

B. The level of plasma sodium is normal

C. The difference between volume depletion and dehydration is level of potassium

D. Could caused by the use of diuretics.

4. One of the statement below can be used to diagnose nephrotic syndrome.

A. Water and potassium retention.

B. Edema anasarca that caused by decrease of colloid osmotic pressure.

C. Hypernatremia is common condition.

D. Diuretics could cause hyperkalemia.

5. The condition below can be appeared in renal failure.

A. Metabolic acidosis.

B. Hypokalemia.

C. Water depletion.

D. Creatinine clearence more than 60 ml/minute.

6. Hypernatremia means …

A. serum sodium level above 160 meq/l.

B. could happens when water excreation passes beyond the sodium excretion.

C. drink a lot of sodium 0,9% solution.

D. there is an “U” wave in ECG pattern.

7. Potassium is importance electolyte in the body.

A. Concentration in extracell more than intracellular.

B. The function is membrane depolarization.

C. Usually low in endstage renal failure.

D. Insulin can stimulate potassium exit from cell.

8. One of the statements below hypokalemia:

A. Could caused by administration of sprinolacton diuretic.

B. Serum potassium < 2 mmol/l is life threatening symptoms.

C. ECG examination could not detect the abnormality.

D. The treatment of severe hypokalemia is oral potassium salt

9. Clinical manifestations of hyperkalemia is

A. constipation.

B. bladder dysfunction.

C. ECG abnormality.

D. glucose intolerance.

10. Metabolic acidosis is …

A. the symptom is dyspnoe d’effort.

B. high HCO3- concentrtion.

C. could happen in uncontrol diabetes mellitus.

D. usually occur in acute nephritic syndrom.

11. The diseases that could cause primary glomerulonephritis is

A. diabetes melitus.

B. hypertension.

C. pharingitis caused by streptococcus.

D. lupus.

12. The condition that occur quick deterioration of renal function in glomerulonephritis patient is called by

A. acute renal failure.

B. chronic renal failure.

C. rapidly progressive glomeulonephritis.

D. acute nephritic syndrom.

13. The pathogenesis of immune glomerulonephritis is …

A. Immune complex deposition in kidney.

B. reactive oxygen species in kidney.

C. glomerular hypertension.

D. Advance Glicosylation end-products

14. Lupus nephritis:

A. Seen at all of SLE patients

B. Primary glumoelonephritis

C. triggered by formation of immune complexes within glomerular capillary wall

D. could not cause renal failure

15. Nephrotic syndrome:

A. Edema anasarca+hypoalbuminemia+hypercholesterolemia+ nephrotic proteinuria

B. Edema anasarca+hypoalbuminemia+hypertension+massive proteinuria

C. Could not cause coagulation abnormalities

D. Could caused by Diabetes Melitus.

16. Nephrotic syndrom that has good prognosis is:

A. Membranous glomerulopathy

B. Minimal change disease (MCD)

C. Focal segmental glomerulosklerosis (FSGS)

D. Membranoproliferatif glomerulosklerosis (MPGN)

This case to questions number 17 untill 20.

A man, aged 23, complaining of periorbital oedem since several days ago. As he came to see a doctor, he find his blood pressure measurement as high as 160/100 mmHg, and quantitative protein urine was 1.5g/day as well.

17. The appropriate diagnosis of this case is

A. nephrotic syndrome

B. acute nephritic syndrome

C. acute renal failure

D. hypertension

18. The additional examination to support this diagnosis is …

A. ultrasonography.

B. chest x-ray.

C. abdominal x-ray.

D. renal biopsy.

19. Drug of choice to releave such a disease is …

A. antihypertensive agent.

B. antidepressant.

C. antidiuretic.

D. steroid.

20. The renal function of this case:

A. Abnormal, because proteinuria

B. Normal, because the patient was not dispnoe

C. Depend on the ureum and creatinine serum consentration

D. Ultrasonography could determine renal function

This case to questions number 21 untill 23.

Mrs. Cinta, 21 years old, presents with left lower quadrant mass. An anterior 7 cm, firm adnexal mass is palpated. Ultrasound confirm a complex left adnexal mass with solid part components that appear to contain bone and teeth.

21. What is your diagnosis for this case?

A. Endometriosis cyst

B. Bartholin cyst

C. Gartner cyst

D. Dermoid cyst

22. What percentage of these tumors are bilateral?

A. Less than 1%

B. 2 to 3%

C. 10 to 25%

D. Greater than 75%

23. What is your management for this case?

A. Cystectomy

B. Hysterectomy

C. Medication

D. Supportive theraphy

This case to questions number 24 untill 26.

A 38 years old woman is seen for evaluation of a swelling in her right vulva. She had also noted pain in this area when walking and during intercourse. At the time of pelvic examination, a mildly tender, fluctuant mass is noted just outside the introitus in the posterior part of labium majus. According to this case, please answer question number 4-6 below.

24. What is your diagnosis for this case?

A. Bartholin cyst

B. Inclusion cyst

C. Epidermoid cyst

D. Follicle cyst

25. What is the treatment?

A. Surgical exicion

B. Incision

C. Medication

D. Observation

26. What is your suggestion for this case?

A. Healthy food

B. Improve personal hygiene

C. No alcohol

D. No drug abuse

This case to questions number 27 untill 30.

Mrs. Virgin, 46 years old,comes to see you complaining of menometrorrhagia. Her LMP (last menstrual period) was 5 weeks ago and so heavy that she could not leave the house. She felt a mass in her lower abdomen, no pain, no changes in her urine or bowel habits. Her pelvic examination demonstrates that her uterus is about 15-week size in the central, solid, mobile and firm. Based on this story, please answer question number 7-10 below.

27. What is your diagnosis?

A. Ovarian tumor

B. Uterine fibroid

C. Nevus pigmentosus

D. Hemangioma

28. What is your next examination?

A. Pelvic ultrasound

B. Urinalisis

C. Chest X-ray

D. Tumor marker

29. What is the appropriate management for this case?

A. Progestin supplementation

B. Myomectomy

C. Hysterectomy

D. Observation

30. What is your next concern after surgical theraphy?

A. Mammography

B. Laboratory examination

C. Histopathological examination

D. Abdominal X-ray.

31. Leydic cell :

A. Located in seminiferus tubule

B. B.Small nucleus

C. C.Basophile cytoplasm

D. D.Oval or polygonal in shape

32. Seminal vesicle :

A. A.Flat mucosa

B. B.Cutoplasm containing lipochrom pigment

C. C.Lamina propria containing collagen fiber

D. D.Capsule containing fibro elastic fiber

33. Corpora amylosa is …

A. brown yellow in color.

B. round on shape.

C. containing lipid and nucleic acid.

D. looks concentric in longitudinal section.

34. Cowper gland is …

A. complex tubuler gland.

B. tubules longitude an irregular ductus.

C. transtitional epithelia.

D. epithel cytoplasm contain lipid.

35. Ejaculatory ductus is …

A. Thick mucosa membrane.

B. Many thick fold.

C. Simple columnar epithel or stratified pseudo.

D. Epithel with secretoric characteristic.

36. Grafian follicle is …

A. Coated with low cuboids cell.

B. Stratified follicle cell.

C. Corona radiate aviable.

D. Small nucleus.

37.The process of follicle to be broken is caused by:

A. Enzyme activity.

B. Dilution of follicle wall.

C. Decrease of anthrum liquid.

D. Hypervascularisation.

38. Corpus luteum secretes hormone:

A. Progeterone.

B. Estrogen.

C. LTH.

D. LH.

39. The longest part of uterine tube is …

A. infundibulum

B. Ampula

C. Isthmus

D. Intramural

40.The role of hormone progesterone in functioning tube is as …

A. ovum transportation

B. cilia wave acceleration

C. nutrition

D. secretion

42. Inflammation on urinary bladder caused by Schistosoma haematobium tends to be high risk for squamous cell carcinoma’s occurrence by…

A. Trigonum disorder

B. Long term bleeding for anemia

C. Vesicoureteral. reflux

D. Squamous metaplasia in transitional cells

42. Retention urine is rarely found in prostate malignancy because….

A. malignancy is commonly found in anterior zone.

B. malignancy is more common in peripheral zone.

C. malignancy in prostate does not suppress sensory nerves.

D. malignancy in prostate rarely causes inflammation.

43. These following microscopic features; proliferation of acini and stroma (muscular and fibrovascular), stromal edema, periductal inflammation, necrosis, peripheral bleeding, squamous metaplasia in ductuli and acini, as well as peripheral infarct, can be found in…

A. prostate hyperplasia.

B. prostate carcinoma.

C. prostatitis.

D. prostate atrophy.

44. A 70 year-old male came to a medical clinic with a chief complain of urine retention. By after digital rectal examination, prostate was firm, and there were peripheral bulgings. The patient has pathological fracture in his femur. The most possible dis-order in this patient is….

A. prostate hyperplasia.

B. prostate carcinoma.

C. prostatitis.

D. prostate atrophy.

45. These following are microscopic features; squamous papilloma, acanthosis, hyper-keratosis, papilomatosis, and koilocytosis, are found in a penis disorder which is commonly known as….

A. Bowen disease.

B. balanitis.

C. condyloma accuminatum.

D. squamous cell carcinoma.

46. Inflammation on testis can cause infertility due to….

A. edema in interstisium.

B. distribution of inflammatory cells through seminiferus tubules.

C. necrosis in leydig cells.

D. fibrosis and atrophy of seminiferus tubules.

47. The testis malignancy with the following characteristics: high incidence where frequently related to cryptorchidism and testis enlargement. Microscopic appearances are; uniformity of polyhedral cells, big nuclei, abundance of and clear cytoplasm, prominent nucleoli, formation of irregular septa of fibrous stroma with lymphocyte infiltration, This is known as…

A. embryonal cell carcinoma.

B. seminoma.

C. choriocarcinoma.

D. yolk Sac tumor.

48. A disorder in testis with microscopic appearances; Schiller–duval bodies-like, with-in and alongside of cells with eosinophilic hyaline globules of keratin (immuno-reactive to AFP and α1-antitrypsin), tumor cells show aneuploidy DNA. This is a feature of …

A. embryonal cell carcinoma.

B. teratoma.

C. seminoma.

D. yolk Sac tumor.

49. Exstrophy on anterior wall of urinary bladder is a one of risk factors for malig-nancies’ occurrence because of….

A. squamous metaplasm’s recurrence infection.

B. recurrence of bleeding.

C. recurrence of virus and parasite superinfection.

D. deep ulcer in urinary bladder’s wall.

50. One of prognostic parameters in transitional cell carcinoma of urinary bladder is…

A. lympnode’s enlargement.

B. gross haematuria.

C. pus in urine.

D. fungating type of carcinoma.

51. The histologic section of the uterine cervix showes koilocytosis, which resuls from

infection with …

A. adenovirus.

B. cytomegalovirus.

C. human papillomavirus.

D. herpes simplex virus.

52. A 29 Year old female presents with severe pain during menstruation (dysmenorrhe- al), based on pathology report from the specimen makes the diagnosis of chronic endometritis, which one of following was present in the biopsy sample of the endometrium?

A. Neutrophils.

B. Lymphocytes.

C. Decidualized stromal cells.

D. Plasma cell.

53. Which one of the listed endometrial abnormalities has the greatest risk of developing

into endometrial cancer?

A. Complex Hyperplasia.

B. Atypical hyperplasia.

C. Simple hyperplasia .

D. Cystic hyperplasia.

54. A 25-year-old female present with lower abdominal pain,fever, and a vaginal

discharge. Pelvic examination reveals bilateral adnexal tenderness and pain when the

cervix is manipulated. Culture taken from vaginal discharge grow neisseria

gonorrhea.What is the cause of this patien’s adnexal pain?

A. Adenomatoid tumor.

B. Ectopic pregnancy.

C. Endometriosis.

D. Pelvic inflammatory disease.

55. Which one of the listed hormone has stimulation in an adult female increase the risk

Of development of endometrial hyperplasia and subsequent carcinoma.

A. Progesteron.

B. Estrogen.

C. Androgen.

D. Luteinizing hormon.

56. Pseudomyxoma peritonei is most likely to be associated with a …

A. clear cell tumor of the kidney.

B. cystic tumor of the gall bladder.

C. mucinous tumor of the ovary.

D. serous tumor of the ovary.

57. A 32 year old female presents with oligomenorrhea followed by amenorrhea ,and then the lost of female secondary characteristic.Which one of the following ovarian tumor would most likely produce these symptoms?

A. Epithelial tumor.

B. Stromal tumor.

C. Germ cell tumor.

D. Surface tumor.

58. What is the most common cause of pelvic inflammatory disease (PID)?

A. Gardnerella.

B. Trichomonas.

C. Human Papilloma virus.

D. Gonorrhea.

59. What are the common locations of endometriosis?

A. Uterine ligaments, rectovaginal septum.

B. Abdominal wall, intestine.

C. Vesica urinaria, ureter.

D. Scarr post laparatomy, umbilicus.

60. What is the most common benign uterine tumor with estrogen sensitive, they

increase in size during pregnancy, and decrease in size following menopause ?

A. Adenomyosis.

B. Sarcoma.

C. Adenocarcinoma endometrium.

D. Leiomyoma.

61. Renal change in the kidney in a patient with diabetes mellitus may result in

A. increased permeability to plasma protein

B. enhanced selectivity of the filtration barrier

C. hyperalbuminemia

D. thickening of the glomerular basement mambrane

62. Which of the following is involved in glomerular filtration?

A. Facilitated diffusion of large anionic protein.

B. Mantenance of a change barrier.

C. A physical barrier consisting of type II collagen.

D. Filtration slits between adjacent andothelial cells.

63. Which of the following is found exclusively in the renal medulla?

A. Proximal convulted tubules.

B. Distal convulted tubules.

C. Collecting ducts.

D. Thin loops of Henle.

64. Microscopics structure of ureter is as follow:

A. Transitional ciliated epithelium.

B. Supported by lamina propria (lp).

C. Thick submucosa layer.

D. Outer smooth muscle layer is a circular layer.

65. The renal corpuscle containings cells that contributing in defans mechanism in renal:

A. Podocytes.

B. Mesangial cells.

C. Macula densa cells.

D. An endoyhelial epithelial cells.

66. Outer medulla of ren is contain:

A. Ascending thick seg.(at)

B. Thin segment loop of Henle.

C. Descending thick segment.

D. Distal convulted tubules.

67. Pars radiata cortex of ren is contain:

A. Renal corpuscles.

B. Proximal convulted tubules.

C. Distal convulted tubules.

D. Collecting ducts.

68. Parietal layer epithelium of corpusculum renalis:

A. Become continous with the wall of proximal segment of renal tubule.

B. Simple columnar epithelium.

C. Basal lamina is fused with basal lamina endothelium capilaries.

D. Cytoplasm is in form of trabecular processes.

69. Structure of proximal convulted tubule is:

A. Longest, most convulted segment of nephron

B. Form mayor portion of medullar subst.

C. Single layer low cuboidal squamous cell

D. No brush border although a few short microvilli in electron micrograft

70. Histofisiology of nephron

A. Urea reabsorbed in the proximal convulted tubule

B. Erytrropoietin increase rate of division erythrocyte cells

C. Antidiuretic hormone regulate permeability of collecting tubule to water

D. 70% sodium and water is reabsorbed in distal convulted tubule

71. Congenital cause of urinary obstruction & stasis is

A. benign prostatic hyperplasia

B. spina bifida

C. urethral stricture

D. compression of the ureters at the pelvic brim by metastatic nodes from cancer of the cervix

72. Treatment of urinary obstruction is

A. drugs.

B. diets.

C. relief of obstruction/surgery.

D. isotope scanning.

73. Benign prostatic hyperplasia is cause urinary obstruction at the level of …

A. upper trac

B. lower trac

C. mid tract

D. ureter

74. Etiology of the urinary stone disease is …

A. nucleation.

B. normal urine.

C. calcium.

D. citrate.

75. Treatment of urinary stone disease with shock wave is

A. pyelolithotomy.

B. percutaneous nephrolithotomy.

C. extracorporeal shock wave lithotripsy.

D. ureterolithotomy.

76. Risk factor of the bladder carcinoma is

A. cyclophosphamide.

B. adenocarcinoma.

C. blood.

D. vincristine.

77. Symptom of renal carcinoma is

A. gross hematuria.

B. clear urine.

C. foot pain.

D. pelvic pain.

78. Iritative symptom of the benign prostatic hyperplasia is …

A. hesitancy.

B. decreased force and caliber of stream.

C. post void dribbling.

D. urgency.

79. Treatment of mild symptoms (AUA/IPSS score 0-7) benign prostatic hyperplasia is

A. watchfull waiting.

B. medical therapy.

C. transurethral resection of the prostate (TURP).

D. transurethral incision of the prostate.

80. Surgical treatment of the benign prostatic hyperplasia is

A. urinary retention.

B. mild symptoms score.

C. urgency.

D. hesitancy.

81. One of the statements below about congenital anomalies is correct:

A. Most of the congenital anomalies are secondary to an underlying chromo-somal disorder.

B. In children, 20% of chronic renal failure is due to agenesis.

C. In adults, 10% of chronic renal failure is due to adult polycystic kidney disease

D. Horseshoe kidney is fused at upper pole, associated with ectopic kidney.

82. Adult polycystic kidney disease has one of the following features: …

A. Is a non hereditary disease.

B. Gross morphology reveals: kidneys are bilaterally enlarged.

C. Is an autosomal recessive disease.

D. Associated with mutations of PKD1 gene on chromosome 6 p 13.

83. A child who has been suffering from sore throat, fever and fatique, presented with mild proteinuria, pretibial edema. The appropriate diagnose is …

A. minimal change disease.

B. Henoch Schonlein purpura.

C. membranous glomerulopathy.

D. post-streptococcal glomerulonephritis.

84. Rapidly progressive glomerulopathy has a feature below: …

A. Presence of pulmonary hemorrhage and crescents formation in Bowman capsule.

B. Caused by systemic non-immunological diseases.

C. Electron microscopy discloses subendothelial deposit.

D. Rarely causes loss of renal function.

85. A patient was admitted to hospital with generalized edema, hyperlipidemia. Biopsy revealed subepithelial deposit and spikes in the glomerular basement membrane. The appropriate diagnosis would be …

A. membranoproliferative glomerulonephritis.

B. membranous glomerulopathy.

C. systemic Lupus erythematosus.

D. lipoid nephrosis.

86. Henoch Schonlein Purpura has one of the following features:

A. Is common among the adults

B. Deposition of immuno-complex in the subepithelial side of glomerulus

C. The patient has strong background of atopy.

D. Prognosis is bad.

87. Diabetic nephropathy has one of the following features below:

A. The onset is acute

B. Only occurs in type I diabetes.

C. Usually has massive proteinuria as early as 2 years after the onset

D. Most striking morphologic changes are: diffuse and nodular glomerulo-sclerosis and capillary basement membrane thickening.

88. Systemic lupus erythematosus shows one of the following features:

A. Manifests in older women.

B. Impares renal function due to in situ or circulating immune complex.

C. Rarely causes renal failure.

D. Not infrequently affect men of younger ages.

89. Acute tubular necrosis is characterized by one of the following features below: …

A. Destruction of tubules epithelial cells and acute renal failure.

B. Caused by reduced water intake.

C. Increased urine out put.

D. Trauma to the retroperitoneal is one of the causes.

90. Pyelonephritis has one of the following characteristics: …

A. Ususally caused by instrumentation or pregnancy

B. Microscopic findings are: tubular thyroidization and periglomerular fibrosis

C. Mostly affecting tubules and interstitium

D. Kidney becomes enlarged and dilated

This case to questions number 91 untill 100.

Robi, male, 4 ½ years old, taken to outpatient care because of pain during micturition. He frequently passed only small amount of urine since 2 days ago. No complaint of fever or tenderness on waist, but there was tenderness on suprapubic region. No history of consuming jengkol. Routine urine examination: leucocyturia and microscopic hematuria.

91. What wasthe most probable diagnosis for this patient?

A. Pyelonephritis

B. Cystitis

C. Interstitialis nephritis

D. Glomerulonephritis

92. Gold standard examination to establish the diagnosis was …

A. Urine nitrit

B. Urine culture

C. Leucocyte esterase

D. Leucocyturia

93. The suitable dosage fo trimetoprim to be administered:

A. 2 mg/BW/d

B. 8 mg/BW/d

C. 40 mg/BW/d

D. 50 mg/BW/d

94. The most frequent species appear as aetiology for this case was

A. Pseudomonas aeruginosa

B. Staphylococcus aureus

C. E. coli

D. Proteus mirabilis

95. The suitable examination to determine VUR was …

A. USG.

B. VCUG (voiding cystouretrogram).

C. DMSA.

D. CT scan.

96. The most frequent anatomical anomaly appear as predisposing factor of urinary tract infection was …

A. Ureteral stenosis

B. Bladder diverticulum

C. Vesicoureteral reflux

D. Posterior ureteral valve that could occur on acute pyelonephritis.

97. Acute pyelonephritis could be complicated by …

A. chronic glomerulonephritis.

B. hypertension.

C. IgA nephropathy.

D. uretrithis.

98. Radiology imaging to detect early stages of pyelonephritis and renal scar is …

A. intravenous urography

B. renal cortical scintigraphy

C. CT scan

D. USG.

99. Reflux reach the renal pelvis no dilation of calyces

A. VUR grade I.

B. VUR grade II.

C. VUR grade III.

D. VUR grade IV.

100. The most common aetiology for haemorrhagic cystitis is …

A. Adenovirus.

B. E.coli.

C. Enterococci.

D. Haemophylus influenza

101. Long-term treatment with a glucocorticoid is usually required for the treatment of autoimmune disorders. However, it may produce unwanted side effects. These side effects include …

A. hypotension, anorexia, weight loss, insomnia.

B. moon face, adrenal atrophy, hyperglycemia, muscle wasting, osteoporosis.

C. headache, abdominal pain, lethargy.

D. vertigo, icterus, hyperbilirubinemia.

102. Glucocorticoids also have many metabolic effects. Choose one of the following options, which is not the metabolic effect of glucocorticoids.

A. Decreased protein anabolism.

B. Increased protein catabolism.

C. Increased gluconeogenesis.

D. Decreased transcription of genes for many cytokines (eg. interleukin-2).

103. Cyclosporine is widely used as an immunosuppressant in the prevention of rejection of transplanted organs . Cyclosporine produces its immunosuppressive effect by interacting with …

A. cyclophilin, a member of immunophilins.

B. nuclear receptors.

C. G-protein coupled receptors.

D. cyclophosphamide.

104. One of the listed immunosuppressants below is a cytotoxic drug. Please choose one out of the following options.

A. Prednisone.

B. Thalidomide.

C. Tacrolimus.

D. Methotrexate.

105. Choose one of the following effects which is not the side effect of cyclosporine.

A. Hypertension.

B. Nephrotoxicity.

C. Bone marrow suppression.

D. Hepatotoxicity.

106. Choose one out of four options below, which has the most potent anti-inflam-matory effect.

A. Hydrocortisone.

B. Dexamethasone.

C. Prednisolone.

D. Triamcinolone.

107. The listed drugs below are all immunosuppressive drugs. Please choose one which is a pro-drug.

A. Azathioprine.

B. Cyclophosphamide.

C. Methotrexate.

D. Cyclosporine.

108. Adalimumab, etanercept, and infliximab are all approved for the treatment of rhe-umatoid arthritis. They are all categorized as …

A. immunophilin ligands.

B. cytotoxic immunosuppressants.

C. immunosuppressive monoclonal antibodies.

D. Glucocorticoids.

109. Cyclophosphamide is one of the most efficacious immunosuppressive drugs available. The drug produces its immunosuppressive effect by…

A. destroying proliferating lymphoid cells

B. inhibiting the synthesis of interleukin 2

C. decreasing the expression of COX-2

D. promoting the synthesis of annexin-1(lipocortin-1)

110. Erythroblastosis foetalis can be prevented by the injection of….

A. dexamethasone.

B. azathioprine.

C. anti Rh antibody.

D. sirolimus.

111. Which one of the following antiseptics is used for protatisma:

A. Phenazopheridine.

B. Nalidixic acid.

C. Methenamine.

D. Nitrofurantoin.

112.This drug is used to reduce pain in urinary tract infection is …

A. phenazopheridine.

B. nitrofurantoin.

C. nalidixic acid.

D. mupirocine.

113.Which of the following antiseptics is contraindicated for breastfedding?

A. Methenamine.

B. Nalidixic acid.

C. Cynoxacine.

D. Phenazopheridine.

114.Which of the following antiseptics can reduces Phenytoin serum?

A. methenamine.

B. nalidixic acid.

C. phenazopheridine.

D. nitrofurantoin.

115.One of side effects the following antibiotics is Gray syndrome is …

A. Chloramphenicol.

B. Tetracycline.

C. Cephalosphorine.

D. Macrolides.

116.Antacid (Al) reduces one of the following antibiotics:

A. Ampicillin.

B. Kanamycine.

C. Phefloxacine.

D. Lyncosamides.

117.One of the following antibiotics can not be given together with diary products: …

A. Beta –Lactam antibiotics.

B. Tetracycline.

C. Kanamycine.

D. Lincosamides.

118.One of side effects of the following antibiotics is dysphagia is …

A. Cyprofloxacine

B. Spyramicyne

C. Cefazolin

D. Clavulanic acid.

119.Which one of the following indications of Cotrimoxazole is false?

A. Urinary tract infection.

B. Respiratory infection.

C. Gastrointestinal infection.

D. Thyphoid fever.

120.Which one of the following statements about Ampicillin is false?

A. Contraindication is hypersensitivity.

B. Reduce contraceptives oral effects.

C. Can be used for salmonella.

D. Have nephrotoxicity effect .

121. Acute glomerulonephritis in children often occurs after infection of the throat by:

A. Pneumooccocus

B. Streptococcus ß hemolyticus group A

C. Viral

D. Pseudomonas aeroginosa

122. Anti-Streptolysin O response is poor in patient with PSAGN associated with ...

A. Acute pharingitis.

B. Acute tonsillitis.

C. Acute otitis.

D. Impetigo.

123. Decreased C3 titer can be found in patient with …

A. minimal change nephritic syndrome (MCNS).

B. focal glomewrulonephritis.

C. Ig A nephropathy.

D. membranoproliverative glomerulonephritis.

124. Normal C3 titer can be found in patient with …

A. PSAGN.

B. Systemic lupus erythematosus.

C. Henoch Shonlein nephritis.

D. Membranoproliferative glomerulonephritis (MPGN).

125. Heriditary disease-associated glomerulonephritis is …

A. Alport Syndrome

B. Good-Pasteur syndrome

C. Ig-A nephropathy

D. Henoch Sconlein Nephritis

126. Gross hematuturia is a rare complication in patient with …

A. MCNS

B. MPGN

C. Focal Sclerosis Glomerulonephritis

D. Post streptococcal acute glomerulonephritis ( PSAGN

127. Five percent of children wth PS AGN can occur a severe complication from …

A. hypertensive encephalopathy.

B. acute renal failure.

C. acute congestive heart failure.

D. systemic infection.

128. Desi, a 5 years old girl was admitted at Department of Childhealth with a diagnosis of Nephrotic Syndrome. ,She was treated with prednisone with initial dose is …..

A. 0,5 mg/kg BW/day

B. 1,0 mg/kg BW/day

C. 1,5 mg/kg BW/day

D. 2,0 mg/kg BW/day

129. After 3 weeks of treatment the symptoms of Nephrotic syndrome of Desi subsided. Base on the response to prednisone, Nephrotic syndrome of Desi is classified as: …

A. MCNS.

B. Focal glomerulosclerosis.

C. Membranous glomerulonephritis.

D. Membranoproliferative glomerulonephritis.

130. After 28 days of treatment, dose of steroid was decreased into alternate dose:

A. ¾ of the initial dose.

B. ½ of the initial dose.

C. 2/3 of the initial dose.

D. 1/3 of the initial dose.

This case to questions number 131 untill 140.

A medical student aged 23 years, refered to the Departement of Internal Medicine, General Hospital, for evaluation of renal function. His complaints were fatigue, weakness, anorexia, periorbital and pedal oedem, with sudden weight gain as well.

Past medical history: tonsilectomy at age 7, streptococcal infention at age 11 followed by hematuria, and fractured arm at age 14.

Family history: parents are alive and well. Brother aged 14 is also alive and well.

Examination

General: male; 58 kg; 258 cm; blood pressure 128/85 mm Hg (right arm and sitting); pulse rate 72, regular; respiration rate 15; temperature 37° C; lungs clear; heart without gallops or murmur; extremities show 2+ pedal edema; rest of exam within normal limit.

Laboratory result as follow (table below): …

Laboratory result

Normal

Patient

BUN (mg/l)

10-20

50

Serum creatinine (mg/dl)

0.7-1.5

2.2

Creatinine clearance (ml/mnt)

110-150

40

Serum sodium (mEq/l)

136-145

138

Serum potassium (mEq/l)

3.5-5.0

4.0

Serum albumin (g/l)

3.5-5.5

2.0

Serum calsium (mg/dl)

9.0-11.0

7.3

Serum phosphate (mg/dl)

3.0-4.5

6.0

Hb (g/dl)

14-18

9.8

131. As he was a kid, the patient above might be suffered from …

A. pyelonephritis

B. glomerulonephritis

C. nephritis

D. nephrotic syndrome

132.The patient above now suffering from …

A. pyelonephritis

B. glomerulonephritis

C. nephritis

D. nephrotic syndrome

133.It is better to lower phosphor by decreasing intake of food rich in phosphate first before giving phosphate binder. Food to avoid in order to lower phosphate is ….

A.Chocolate.

B. Tomatoes.

C. Oranges.

D.Potatoes.

134.The mortality risk associated with low serum creatinine increases at levels …

A. below 9 mg/dL in individuals on MHD.

B. over 9 mg/dL in individuals on PD.

C. over 11 mg/dL in individuals on MHD.

D. over 11 mg/dL in individuals on MHD or PD.

135.Activated vitamin D analogues are prescribed if evidence of …

A.hypocalcaemia.

B. hypercalcaemia.

C. primary hyperparathyroidism.

D.tertiary hyperparathyroidism.

136.Suppose, the patient is ordered to have a 2500 mg salt diet. It implied that he must con-sume sodium at least …

A.1000 mg

B. 1100 mg

C. 1200 mg

D.1300 mg

137.Foodstuff should be avoided (from number 6) is …

A.nut processed with pork.

B. whole bread

C. nut

D.bean

138.Sodium intake must be restricted for patient above, because high sodium intake ….

A.increase albumin excretion.

B. decrease albumin exretion.

C. increase potassium exretion.

D.decrease potassium exretion

139.The patient above is then sent to laboratory facility for checking PTH. The answer below is wrong for indication of checking PTH: …

A.hyperphosphataemia

B. hypocalcaemia

C. hypophosphataemia

D.fragility fracture

140.Suppose the patient above is becoming worse and worse, and now is diagnosed as chronic kidney disease (CKD). Such diagnosisi, of course, based on the folowing data:

A.creatinine serum.

B. creatinin serum.

C. Albumin serum.

D.Sodium serum.

This case to questions number 141 untill 150.

The student above has already finished his study, and now becoming as a part-timer doctor at a 24-hours clinic. Physic and psychic tension because of his every-day job bring a loss i.e worsening his kidney function. His complaint were frequent headaches, nausea and vomiting, severe itching, and an unpleasant taste in his mouth. He also complaint of mucle crumps and twiching, weight loss, weakness, and drowsiness, with difficulty concentrating. The examina-tion provided the following information: blood pressure 180/120 mm Hg, dry body-weight 52 kg (estimated by nephrologist).

Patient

Blood pressure (mm Hg)

180/120

Dry bodyweight (kg)

52

BUN (mg/l)

100

Serum creatinine (mg/dl)

4,8

Creatinine clearance (ml/mt)

30

Urea clearance (ml/mt)

16

Serum sodium (mEq/l)

142

Serum potassium (mEq/l)

5,7

Serum albumin (g/l)

2,8

Serum calsium (mg/dl)

7,5

Serum phosphatev(mg/dl)

8,5

Hb (g%)

9,8

Parathormone level is elevated.

Roentgenography: bone roentgenogram demonstrates renal osteodystrophy.

Impression: chronic renal failure (CKD) in a 26 years old underweight male with history of renal insufficiency and nephrotic syndrome.

Plan: advise on protein intake 40 g a day. Sodium 1 gram. Potassium 40 mEq; fluid: output + 500 ml. Furosemide 40 mg two-times daily. Methyldopa 250 mg three-times daily. Phosphate binder 4 x 500 mg tab three-times daily.

141. CKD is defined as either: …

A. Serum creatinine > 1.5 mg/dl for man.

B. Serum creatinine > 1.5 mg/dl for women.

C. Serum creatinine > 1.3 mg/dl for man

D. Albuminuria <300 mg/day.

142. Food to avoid in 40 g protein intake per day is …

A. Yogurt.

B. Cereal.

C. Beverage.

D. butter margarine.

143. Eating meal containing 40 g protein implied cosuming phosphor at average …

A. 700 mg.

B. 750 mg.

C. 800 mg.

D. 850 mg.

144. Precribing 1 gram sodium means to order table salt as much as …

A. 2500 mg.

B. 2750 mg.

C. 3000 mg.

D. 3250 mg.

145. Giving furosemide means bring patient the risk of hypokalemia. In orde to minimize such a risk, recommend him to comsume food below (take into account the phosphate serum value) : …

A. Raisin.

B. Chocolate.

C. Nuts.

D. Beans.

146. In case of hypophosphatemia, the patient above should comsume food or foodstuff rich in phosphate. The foods list belom is low in phosphate content: …

A. Raisin.

B. Chocolate.

C. Nuts.

D. Beans.

147. Because of his hypertension and high sodium serum, the patient has to put on low sodium diet. The food below should advice to him:.

A. Banana.

B. Chocolate.

C. Nuts.

D. Beans.

148. To monitor compliance with this protein restriction diet, doctor may evaluate the direct relationship netween the ratio of SUN to serum creatinin and protein intake or ….

A. urea nitrogen appearance (UNA).

B. blood urea nitrogen (BUN).

C. urea clearance

D. urinary urea nitrogen (UUN)

149. In order to balance water input and output, the item below sholdn’t be taken into account:

A. Water produced by food metabolism.

B. Water out throughout perpiration.

C. Water out throughout respiration

D. Water out throughout urination.

150. The mortality risk associated with this patient’s serum creatinine is ….

A. increase.

B. decrease.

C. high

D. low

151. The following are some gneral guidelines for planning a phosphorus-controlled diet:

A. Exclude any product containing bran.

B. Include whole grain.

C. Include dried beans.

D. Exclude any size of egg.

152. Suppose, the patient above is underweight, and lack of appetite as well. The strategy to in-crease energy content of his diet include the following: …

A. Add allowed butter to cooked cereals.

B. Add butter to cooked cereals.

C. Use milk in cooking.

D. None of the above answer.

153. An indicator of the balance between sodium and water is …

A. serum sodium concentration.

B. urinary sodium if weight is stable.

C. urinary sodium if weight is unstable.

D. urine volume.

154. Nutritional assessment is important in renal disease. The assessment must be repeated at interval to evaluate …

A. change in patient’s condition.

B. the efectiveness of the drugs.

C. the compliance with the drugs.

D. all true.

155. Basis for determining the need to restrict protein intake is …

A. GFR value.

B. SUN level.

C. SUN-to-cratinine ratio.

D. all true.*

156. A nonhospitalized patient putting on water restriction feels thirsty along the day. The fol-lowing suggestion can be made to ease the discomfort (EXCEPT): …

A. Rinse the mouth with water and swallow it.

B. Chewing gum to stimulate saliva.

C. Suck on sliced lemon wedges to stimulate saliva.

D. Put lemon juice in ice cubs.

157. Giving diuretic drug such as furosemide to CKD patient means to risk him to undergo …

A. alkalosis.

B. hyponatremia.

C. dry mouth

D. hyperkalemia.

158. All kind of diuretic drugs, but potassium-sparing diuretics, bring side effect as follow (EXCEPT): …

A. hypercalcemia.

B. hyperglycemia.

C. hyperuricemia

D. hypokalemia.

159. Factors influencing dietary intake in renal failure are …

A. a decrease in the ability to conserve sodium with changes in dietary sodium.

B. an increase in the ability to conserve sodium with changes in dietary sodium.

C. an increase in the ability to excrete sodium or conserve sodium with changes in diet-ary sodium.

D. an increase in the ability to excrete sodium.

160. In case of urolithiasis, the most specific stone incidence goes to calcium oxalate (30 to 35 percent). Conditions associated with hypercalciuria is …

A. vitamin D poisoning.

B. hypoparathyroidism.

C. ileal diseas.

D. high dietary intake of fruit and vegetables.

…… usia kita terbatas

sementara keinginan

nyaris tak mengenal tepi …

(sebaiknya, memang, percaya diri,

jangan menoleh ke mana pun; karena teman di sebelahmu

tampaknya juga keteteran …)

Yang Kesebelas

Diarsipkan di bawah: Renungan — rizkiadi @ 1:02 am

Blok sebelas disusun, hampir sama sebangun dengan blok sebelumnya, mengedepankan semangat “… dalam tempo yang sesingkat-singkatnya”. Tidak sampai sepertiga anggota Blok yang rajin mendatangi rapat, sementara utusan UPEP mulai menggelintir. Yang berlainan dengan blok sebelumnya, di samping penetapan (dan penyusunan IT: mungkin boleh disetarakan dengan ‘mata ajar’) wacana kemandirian blok mulai dikumandangkan. Blok adalah pengejawantahan Bagian. Dengan kata lain, mengutip stratifisikasi kepanitiaan PON (Pekan Olahraga Nasional), Blok ialah organizing comitee (OC), sementara UPEP sekadar steering comitee (SC). Kongkritnya, wewenang UPEP terhadap Blok hanya sebatas konsultasi, bukan penyelenggaraan kuliah, termasuk mengumpulkan soal (apalagi hanya soal mcq) seperti yang berlaku sebelum ini. Keberlangsungan, dan keberhasilan pembelajaran satu Blok adalah wewenang dan tanggung-jawab Blok. Titik. Tidak satu pun dari peserta rapat pada waktu itu mengemukakan pendapat yang berseberangan.

Dari sini, mufakat pun dinabalkan: teman saya ARS dipercaya untuk membuat soal-soal assigment, dan editor soal-soal pilihan ganda; sementara skenario dikerjakan keroyokan (rapat yang dilangsungkan dipenghujung jadwal kuliah ini tidak dihadiri oleh wakil UPEP). Di ruang rapat itu juga, sekretaris Blok menyerahkan sebagian soal mcq kepada ARS, sementara sisanya yang sudah terlanjur dikumpul ke UPEP, akan dicoba diminta kembali. Singkatnya, soal assigment dirancang sedemikian rupa untuk konsumsi dua ratusan mahasiswa: sepuluh orang mengerjakan satu soal, bukan (jawaban) satu soal di-copy-paste oleh dua ratus lebih manusia seperti yang terjadi pada Blok 6 tempo hari. Jawaban soal dikumpul paling lambat 2 minggu seselesai ujian pilihan ganda. Namun anehnya, hingga tulisan ini di-upload, ARS mengaku kalau dia belum pernah diserahi jawaban atas assigment yang ia buat: sama persis dengan kejadian di Blok 6 hampir setahun silam. Padahal, menurut mahasiswa program studi berbasis KBK, nilai assigment itu punya kontribusi cukup tinggi terhadap nilai total blok (termasuk ponten tutorial, pleno, skill-lab, osce, dan soca). Apakah pendapat para mahasiswa itu benar, saya tidak tahu. Yang pasti, saya berpikir bagaimana jawaban assigment itu dinilai sementara pembuatnya tidak dilibatkan (boleh jadi nilainya tidak ada, atau diada-adakan)?

Soal-soal ujian mcq hingga hari senin (ujian diberlangsungkan hari selasa) telah terkumpul sebanyak 160 nomor (tengok soal-soal Blok 11 hasil suntingan teman saya ARS) dari seharusnya 200 soal. Dari sekretaris Blok ARS memperoleh kabar kalau masih ada 20 soal lagi akan diserahkan kepadanya menjelang pukul 10 pagi itu. Artinya, soal yang pasti terkumpul pagi itu berjumlah 180. ARS mengusul untuk menambahkan 20 lagi (yang akan ia susun sendiri) sebagai penggenap (karena jumlah soal ujian mcq sistem KBK memang tidak boleh kurang dari 200, begitu penjelasan para “Pakar” di UPEP di awal pemberlakuan sistem ini). Atas nama Ketua Blok, sekretaris setuju. Dan sohib saya ARS pun mulai membuka file di dalam laptop-nya.

Namun tidak dinyana, di tengah keasyikannya memencet keyboard, ketua UPEP mendatanginya dengan muka dipenuhi kerutan, pertanda kalau dia tengah dirundung stres.

“Aku mau bicara …”, kata sang Ketua.

“Boleh”, jawab tanpa memindahkan pandangannya dari depan laptop.

“Ayo ke ruangan saya”, kata sang Ketua sembari melangkah menuju ruangan UPEP.

“Di sini saja,” tanggap ARS, “Aku sedang mengedit soal.”

“Awak ngetik soal mcq untuk ujian blok?”

“Iya. Memangnya kenapa?”

“Lha, Yuwono juga sedang ngetik soal.”

“Terserah. Aku ditugasi blok untuk mengedit soal, jadi sekarang aku edit.”

“Kenapa bisa begitu …”

“Tanya saja Ketua Blok. Aku melaksanakan tugas, bukan merebut pekerjaan.”

“Tidak biasanya begitu. Pada blok blok sebelum ini kan Yuwono yang berwenang mengerjakan tugas ini …”.

“Itu dulu. Tapi sudahlah, aku tidak punya waktu untuk berdiskusi. Pokoknya, sekali lagi aku ulangi, aku mengedit soal-soal ini atas amanah rapat blok.”

“Besok kan sudah ujian …”

“Itulah sebabnya aku ngelembur di sini dari pagi tadi.”

“Lha, jadi Yuwono ngetik apa? ..”

“Meneketehek…”, ARS menanggapi sekenanya.

Sang Ketua (yang tidak memiliki mental leadership itu) kemudian “ngelonyor” masuk ruangan, sembari menijat-mijat kuduk, untuk kemudian, tidak sampai 2 menit, keluar lagi entah kemana. Tidak sampai sejam setelah “tegur-sapa” itu ARS mengirim pesan pendek ke Ketua Blok: “Soal telah selesai. Seluruhnya 160 ditambah 10. Tapi 20 soal yang dijanjikan itu belum ada.”

“Tunggu sebentar. Kami sedang rapat dengan UPEP”, begitu tulisan yang terbaca dalam sms Ketua Blok.

Lha, rapat apa lagi, pikir ARS. Soal sudah selesai diedit, meskipun masih kurang dua puluh lagi (30 jika jumlah soal akan dibulatkan menjadi 200: lihat “Examination for Blok 11”). Rasa ingin tahu menyebabkan ARS mengirim sebuah pesan pendek lagi: “Rapat apa? Aku nunggu di luar. Jangan terlalu lama, besok kan ujian.”

Tidak ada respons selama hampir 15 menit. Namun, untung sekali, duo Ketua dan Sekretaris Blok muncul tidak sampai 10 menit setelah itu. Dan mereka segera menjelaskan perihal pertemuan itu. Mulanya kami berbicara, singkat saja, di ruangan UPEP; tetapi saya mengajak mereka berdiskusi di ruangan lain, karena tidak enak rasanya (bukan takut) membicarakan aib (menurut saya, jika sesuatu kesalahan terkait dengan harkat hidup orang banyak, tidak ada sisi negatif manusia yang bisa dikategorikan aib) oknum personil UPEP di kandangnya sendiri.

“Salah satu hal penting dibicarakan dalam pertemuan ini tentu saja pemantapan ujian besok …”, kata Ketua Blok.

“Aku sudah tahu. Jelaskan masalah yang tidak aku ketahui dan mengerti”.

“…. Begini. Kita sudah dianggap salah oleh UPEP karena telah mengedit sendiri soal-soal mcq itu …”

“Lancang, begitu?”

“Bukan. Menurut mereka …”

“Mereka siapa?”

“Ya, orang-orang UPEP itu”.

“Ya, sudah. Aku sudah tahu. Seluruh personil UPEP kecuali yang dari klinik hadir, kan?”

“Ya…”

“Dan mengeroyok kalian. Kamu berdua salah. Mengapa aku tidak diajak rembug…’, kata ARS tapi tidak melanjutkan ucapannya. Waktu sudah hampir pukul tiga, dan lagi pula untuk apa beradu urat leher dengan duo petinggi blok 11 ini, pikir ARS. Mereka tidak mengerti masalah.

“Begini. Inti pembicaraan tadi ialah agar soal-soal itu dikembalikan lagi ke UPEP. Keputusan rapat bahwa soal-soal itu diserahkan ke dokter Yuwono, karena selama ini dialah yang ditugaskan mengumpulkan, mengedit, dan memperbanyak soal. Keputusan kita, meskipun dibuat dalam rapat, dianggap UPEP telah menyalahi kebiasaan…”

“Jika kebiasaan itu salah, atau keliru, mengapa kita harus takut merobek-robeknya.”

“Ya, aku tadi juga berpikir begitu. Tapi kalau tadi kami ngotot kasihan mahasiswa ..”

“Lha, aku ini ngotot, apa kamu pikir tidak dilandasi rasa kasihan pada mahasiswa?”

“Bukan begitu. Kalau aku ngotot-ngototan, pekerjaan tidak akan selesai, dan besok tidak jadi ujian. Itu yang aku maksud sebagai kasihan itu.”

“Biar waktunya masih panjang kamu tak akan berani ngotot. Tapi sudahlah. Mana flashdisk kamu, nanti aku kopikan soal-soalnya. Tapi asal tahu saja dengan begini berarti kamu telah membiarkan dirimu dilecehkan. Keputusan rapat mestinya dibatalkan dengan rapat pula. Lagipula, apa kamu yakin kalau soal ini pasti aman?”

“Nah, soal keamanan itu juga kami bicarakan. Tidak ada yang berani menjamin keamanannya. Sadakata sendiri juga tidak berani memberi penjaminan kalau soal itu pasti aman. Aku juga telah mengatakan seluruh masalah yang kau keluhkan, terutama soal keamanan soal itu?”

“Dari sulu sudah aku katakan kalau gaya kerja begini soal pasti tidak aman. Aku tak berani mengatakan bocor, meskipun aku berwasangka demikian. Tapi, bagaimana pun juga, meskipun tenaga pekerja administratif memang betul-betul, maksudku dalam tanda petik, jujur, orang-orang mones tidak boleh meniggalkan mereka kerja sendirian. Mereka wajib nongrong di depan mesin pengganda dan tempat lembar soal dijilid. Itu kalau seluruh rantai bisa dipercayai 100 persen.”

“Ya. Hal itu juga dibicarakan”.

“Kalau cuma dibicarakan, dari dulu, dari Blok satu angkatan pertama masalah itu sudah dibicarakan. Tapi apa sudah dilaksanakan. Sudahlah, bosa pula aku membicarakan topik yang itu-itu saja ini. Kesetaraan skenario ujian soca dibahas juga?”.

“Ya, tetapi soal ini belum ditanggapi”.

“Kalau begitu aku tidak usah dilibatkan sebagai penguji soca…”.

“Jangan begitu”, celetuk sekretaris.

“Memangnya kenapa kalau aku tidak ikut? Tanpa aku ujian soca juga tetap jalan. Kau tenang saja, banyak yang mau ikutan nguji. Itu kan ada honornya.”

“Maksudku …”

“Sudahlah, tidak usah basa-basi. Pokoknya aku tidak usah dilibatkan sebagai penguji soca. Aku tidak mau menanggung dosa…”.

“Terlalu jauh sampai merembet ke masalah dosa…”.

“Bagaimana tidak, dengan skenario seperti ini, kita akan salah menilai. Kita berkemungkinan besar akan meluluskan mahasiswa yang tak seharusnya lulus, dan menidaklulusakn mereka yang semestinya lulus”.

“Aku kurang mengerti soal ini”.

“Singkat saja, ya. Setiap skenario mestinya memiliki satu pengertian. Seandainya sebuah skenario hendak menampilkan kasus tabrakan antara opelet dan motor, maka setiap pembaca mestinya menangkap masalah itu sebagai tabrakan mobil dan motor; bukan kemudian diinterpretasikan sebagai tabrakan sepeda dengan motor. Jelas?”

“Ya”.

“Untuk sampai ke sana, sebuah skenario mestinya ditulis dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar…”

“Tapi…”

“Sori, jangan dipotong dulu. Kemudian, skenario itu mesti memiliki pertanyaan, atau tugas, atau apalah namanya. Yang jelas kalimat perintah itu, yang ditulis di akhir skenario, menyuratkan ke arah mana pembaca skenario, dalam hal ini mahasiswa peserta ujian, diperintahkan. Tapi sudah beberapa skenario yang dibuat blok, kalimat perintah itu tidak ada …”

“Itu kan pernah kita bicarakan dalam rapat blok”.

“Iya, betul. Tapi apa kata Legiran waktu itu? Kau masih ingat?”

“Iya. Katanya, tanpa kalimat tanya itu ternyata mahasiswa terbukti bisa mengerjakan soal”.

“Aku waktu itu sebetulnya akan berkata: kalau begitu, mengpa tidak kita uji-cobakan mahasiswa tidak usah kuliah, dan cukup praktikum dan langsung ujian saja. Menurut saya, kalau konsep si Legiran itu akan diadopsi, ada baiknya kita membuka fakultas kedokteran swasta. Bukankan dengan sistem KBK ini mahasiswa sudah terkondisi untuk menjalani proses swadidik. Sudahlah Zul, kalau diteruskan diskusi ini tidak akan selesai satu bulan. Ini flazhdisk kamu. Sekali lagi aku ingatkan agar aku tidak usah dicantumkan sebagai penguji soca. Dan aku juga perlu sedikit mengingatkan kamu berdua untuk secara cermat memilih penguji soca ..”

“Maksudnya?”

“Kalau menilai kompetensi dalam satu hari mungkin tidak cukup waktu. Ztapi kamu coba seleksi dosen-dosen mana saja ya layak menguji di kelas berbahasa Inggris, dan mana yang tidak”

“Maksudnya?”

“Ini masalah sensitif, tapi aku mesti mengatakannya ke kamu. Ada dosen yang listening-nya jelek tapi ditempatkan sebagai penguji kelas internasional. Itu saja dulu. Aku mau jemput anak. Assalamu’alaikum.”

Juli 20, 2008

KOMPETENSI

Diarsipkan di bawah: Renungan — rizkiadi @ 2:25 am

Sepuluh orang, dari 49 fresh-graduated dokter dinyatakan tidak lulus ujian kompetensi di minggu terakhir bulan ini. Hampir 3 bulan sebelumnya (terlapor bulan April), jumlah ketidaklulusan juga terpacak pada angka 10, namun dengan peserta sebanyak 79 orang; sementara pada ujian kompetensi sebelumnya (angkatan pertama), semua peserta dinyatakan lulus.

Lebih dari dua bulan yang lalu (5 Mei 2008), Pembantu Dekan I mengumpulkan seluruh (wakil-wakil) Bagian di lingkungan institusi ini (meski undangan yang hadir tidak sampai separuh) untuk memperkenalkan format soal ujian kompetensi. Format ini wajib disosialisasikan ke seluruh dosen karena, menurut tokoh ini, format inilah yang menjadi biang ketidaklulusan kesepuluh fresh-graduated itu.

Lho, kok begitu?

Iya, memang begitu.

Format pilihan ganda pada ujian kompetensi berbeda jauh sekali dengan format uji mcq yang lazim ditemui oleh para fresh-graduated itu semasa mereka masih berkuliah mengejar gelas S.Ked. Format pilihan ganda konvensional hanya berupa statement yang kemudian dilanjutkan dengan soal pilihan yang dibariskan ke bawah di belakang huruf A hingga E (sampai D pada ujian sistem KBK). Sementara pada ujian kompetensi, pernyataan dirupakan sebagai vignette, atau skenario: sebuah narasi pendek bak ceritera mini; yang singkat, padat, dan kaya akan informasi. Vignette ini boleh disetarakan dengan kasus di masa lalu. “Ketidaklulusan mereka boleh jadi dilatarbelakangi oleh bukan hanya format ini, tetapi juga oleh ketidakbiasaan mengerjakan soal-soal mcq”, begitu pungkas sang PD I.

Pernyataan Bapak yang sejatinya bertanggung-jawab atas keberlangsungan (tentu saja termasuk kebehasilan) pedidikan itu jelas terkesan “asal bunyi”. Teralu naif, memang, menghakimi “format baru” sebagai biang kegagalan para fresh-graduated; terlebih ketika pembenaran itu dicoba dihubungkan dengan telah menguapnya kepiawaian para dokter baru dalam pengerjaan soal-soal berbasis pilihan ganda. Atas dasar ini, sang Pembantu Dekan berwacana untuk kembali memberlakukan ujian mcq bagi setiap mahasiswa sebelum meninggalkan bagian; meskipun dia segera bergumam “… tapi apa mungkin, ya?” beberapa detik setelah wacana itu terlafazkan.

Sayang sekali, pak PD I ini tidak membuka peluang diskusi untuk mengulas ketidaklulusan ini. “Acara hari ini ialah sosialisasi soal ujian kompensasi, bukan mendiskusikan masalah ketidakberhasilan dokter pengikut ujian kompensasi”, ujarnya menutup topik berita “sedih” itu untuk kemudian segera menayangkan frame demi frame penjelas topik uji kompetensi itu.

Komunitas INSTITUSI ini mestinya menitikkan air mata, bukan sekadar menangisi angka 10 yang telah dua kali menetas itu, tetapi karena ada dua peserta yang telah dua kali mengikuti ujian pada kenyataannya tetap dinyatakan tidak berhasil (sebuah kata yang santun untuk mengucapkan “tidak lulus”). Tangisan itu sudah sepantasnya disertai rataan pilu karena kedua pecundang itu lulus dengan indeks prestasi akademik (IPA) di atas angka 3 (telah beredar pula rumor kalau salah satunya dinyata lulus dokter dengan predikat cumlaude).

Kenapa bisa begitu? Mengapa angka keberhasilan turun begitu cepat, sementara bilangan penanda kegagalan terbang bagai debu disapu tornado?

Kepuluh dokter fresh-graduated itu adalah produk dari sebuah Perusahaan (jasa) berlogo fakultas kedokteran. Mereka cuma produk akhir. Kegagalan mereka adalah cermin ketidakberhasilan Institusi ini dalam mengendalikan rantai produksi. Sebuah produk yang (dinyatakan) gagal mestinya dikembalikan ke pabrik, untuk kemudian dibongkar habis dan dirakit kembali menjadi produk yang layak guna, yang tentu saja mesti melalu sebuah proses bernama uji kendali mutu. Tetapi, kesepuluh dokter itu adalah manusia, yang tentu saja termakan usia, jelas tidak mungkin di kembalikan ke pabriknya (fakultas kedokteran itu) untuk didaur-ulang. Namun demikian, masih untung, mereka masih disediakan sebuah ruang bernama “program bimbingan” berbasis modul (dan tentu saja disertakan pula tutor): sebuah program yang nyaris analog dengan semester pendek dengan kuota SKS berkaliber brontosaurus. Sebagai alat bantu peningkat status, program ini tentu saja bagus adanya, karena menyediakan peluang mengembalikan harga diri yang tergelincir untuk tegak dan sekaligus membuktikan pada “dunia” kalau mereka memang pantas menjadi dokter beneran.

Namun demikian, kita tidak perlu malu menilai ulang “rantai produksi” dokter yang diberlakukan di institusi ini. Dengan prosentase kegagalan senilai 20,4% (meningkat dari 12,6% hanya dalam dua periode berurutan) itu, tidak usah dipertanyakan lagi kalau ada yang keliru (jika tidak bisa dibilang salah) pada rantai produksi, yang jika ditelusuri (tidak perlu) dengan seksama pasti bermuara pada setidaknya 4 macam faktor, yaitu: pola rekrutmen mahasiswa, kinerja dosen mata kuliah, fasilitas pendukung, dan sistem penilaian peserta didik.

Hingga saat ini diberlakukan dua macam pola perekrutan calon mahasiswa berdasarkan pada “bangku kuliah” yang hendak dituju: reguler atau nonreguler? Produsen makanan jadi dari rumpun etnis seperti pempek candy hingga produsen makanan bertaraf internasional sekaliber KFC amat concern dengan mutu produk. Bahan baku berkwalitas ialah jenjang pertama (dan utama) penentu mutu itu: calon mahasiswa berkwalitas ialah salah satu mata rantai penentu kwalitas para fresh-graduated itu. Saya tak tahu persis bagaimana benar mutu para “pecundang” itu ketika ditetapkan sebagai calon mahasiswa yang lulus seleksi. Yang pasti, jika mereka yang lulus dokter dengan IPK melampaui angka 3, dan kalah bertarung di arena uji kompetensi, berarti ada yang salah pada sistem pendidikan di institusi ini.

Koordinat kesalahan itu bisa dengan tepat ditentukan (bukan ditebak) seandainya pola pembelajaran mahasiswa telah terstruktur jelas. Susungguhnya struktur itu telah tercetak lengkap di dalam kurikulum inti pendidikan dokter indonesia (kabarnya KIPDI telah memasuki edisi III). Sayang sekali, memang, saya sendiri tidak memiliki buku KIPDI edisi tersebut.

Saya juga tidak berani menilai kinerja dosen yang pernah bersentuhan dengan kelompok fresh-graduated yang terpecundangi itu. Dengan pola pembelajaran “konvensional” (maksudnya nonKBK), seluruh pengajar berasal dari Bagian dan berarti sudah sesuai dengan keahlian masing-masing. Hanya Bagian itu yang berwenang menilai kinerja mereka. Namun demikian, bukan berarti para “outsider” tidak bisa membubuhkan angka nilai. Dengan membaca materi kuliah tertulis yang mereka buat (tentu saja disertakan pula tujuan pembelajaran), gradasi nilai itu akan dengan mudah ditorehkan. Tapi, berapa persen pengajar yang memiliki “writing material” (bukan sekadar power point, dan bukan pula buku) itu?

Sistem penilaian mestinya tidak hanya tertumpu pada hanya satu kali ujian saja. Penilaian hendaknya dirancang terstruktur bahkan mencakup nilai ketika, misalkan saja, seorang dosen terlibat pembicaraan informal tentang suatu topik (tentu saja yang terkait dengan tema kuliah yang telah terdaftar dalam kartu KHS) dengan mahasiswa. Tidak adil, memang, jika penetapan (angka) kelulusan mahasiswa semata didasarkan pada ujian akhir semester dan paruh semester. Selain itu, azaz keadilan juga wajib ditegakkan selama persiapan materi ujian tulis: lembar kertas ujian itu mesti diperlakukan sebagai “rahasia negara”. Artinya, setiap kemungkinan kebocoran mesti diantisipasi. Artinya, penggandaan soal itu mesti dijaga ketat oleh seorang yang kejujuran dan keberaniannya telah teruji. Dengan demikian, kemungkinan untuk lulus atau tidak lulus bagi peserta ujian sama.

[Lihat tulisan “Khianat di Hari Jum’at”: penggandaan soal ujian mcq Blok 6 sistem KBK tidak dikawal; dan sayangnya perilaku tidak bertanggung-jawab itu keterusan hingga kini: penggandaan soal mcq KBK Blok 13 tidak dijaga oleh orang-orang MONEV. Lihat juga tulisan berjudul “Yang Kesebelas”].

Tulisan yang Lebih Tua »

Blog pada WordPress.com.