[Ini skenario ujian, bukan turotial. At glance, sudah ketahuan tidak layak edar. Lha, bagaimana peserta uji tahu apa yang harus dikerjakan, sementara kalimat perintah tugasnya tidak tertera?]
Sadewa is a 28 year old man, went to Puskesmas about a week after returning from a army’s job a month ago in Papua. He complained of three days of fever with chill, rigor and profuse sweating accompanied by a headache and nausea.
After heal from his complained, Sadewa hope never suffer from this disease.
|
Minimum Requirement |
Point |
|
ATTITUDE: 1. Greeting 2. Introducing 3. Purpose 4. Acknowledgement/excusing |
4 1 1 1 1 |
|
TERMS CLARIFICATION: 1. Army jobs 2. papua 3. fever with chill & rigors 4. profused sweating 5. headache and nausea |
5 1 1 1 1 1 |
|
PROBLEM IDENTIFICATION: 1. Sadewa pulang setelah 1 bulan di Papua 2. Sadewa mengeluh demam menggigil dan kedinginan, diikuti berkeringat banyak, sakit kepala dan mual 3. Sadewa berharap tidak terserang kembali setelah sembuh |
5 2 2
1 |
|
PROBLEM ANALYSIS: 1. Apa hubungan Papua dengan penyakit yang diderita? 2. Mengapa setelah 1 bulan di Papua, Mario menderita demam? 3. Apa penyakit yang diderita Sadewa? 4. Penyakit apa yang gejalanya serupa dengan yang diderita Sadewa? 5. Bagaimana mekanisme (patogenesis) penyakit tersebut? (vektor, terjadinya demam, menggigil, kedinginan, gejala lainnya) 6. Bagaimana siklus hidup plasmodium? 7. Bagaimana pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang yang tepat untuk mendiagnosis penyakit itu? 8. Bagaimana pengobatan penyakit itu? 9. Bagaimana cara pencegahannya? |
11 1 1 1 1 2
2 1
1 1 |
|
HYPOTHESIS: Sadewa menderita malaria akut |
10 |
Skenario ini, ratingnya “CUKUP” sebagai trigger mhs untuk memperdalam reaksi alergi, dan shock anaphylactic. Dibanding skenario “Karyo” skenario Nakula jauh lebih baik Untuk diketahui, skenario Karyo bercerita panjang lebar, khas seorang satrawan yang gagal ngetop, tapi cerita panjang itu bisa dipersingkat “Apa yg anda ketahui tentang buta warna”…. Dan yang membuat mengaku-ngaku sebagai orang palig ahli pembuat skenario. Lucu.., lucu sekali.
Komentar oleh Arismonyet — September 6, 2007 @ 1:14 pm
Untuk Arismonyet (beneran)! trigger saja tidak cukup tanpa bahan bakunya…. Bahan bakunya harus disediakan sejelas dan sebanyak mungkin (baca seinformatif mungkin) jangan samar-samar dan multi-interpretasi. kalu la jadi dokter pacak-pacak asal ngobati bae (dengan informasi yang minim!!!!!!!) lebih baik jadi dukun bae yeee…..
Komentar oleh Mantan Budak FK — November 19, 2007 @ 1:20 pm
@ Arismonyet
trigger sih trigger mas..
tapi ya mbok jangan ngasi trigger yang nyeleneh gituuu…
trigger versi Anda yg sdh jadi dokter (anda dokter kan?!!)ato bahkan spesialis..beda sm trigger bwt mahasiswa..
jgn samain dgn kemampuan Anda yg bhkn sdh bs bikin trigger yg BAGUS dgn Qt…
walopun tujuan Anda baik..
tp yg sesuai kuota aja..
Qt baru smster 2..
kalo ability yg udh jd dokter ato spesialis dijejelin smuanya..
bisa2 kolaps bo..
.hhaaa..
untung saja..
bukan saiia yg dapet case itu pas blok 7 kemaren…
.hhooo…
Komentar oleh just so u know — November 21, 2007 @ 7:29 am