Scenario 4 (blok 6)
Mrs. Nyentrik
· Mrs. Nyentrik, 35 years old, weight: 70 kg, height 160cm, wants rapidly slim down so her husband always love her.
· She did 3 recipes from her friend. First, she had a strict diet. Second, she did 1 hours high intensity exercise. Third, she also consumed a glass of slimming ingredients twice a day.
· In 2 month, she urinated more than usual and her body weight decreased around 12 kg, she got 2 times common cold in 3 weeks. If she relieves from that cold, she still feels weak, quiver, and easily offended. She also feel that her menstrual cycle desultory.
Instruction:
· Explain what happen with Mrs Nyentrik.
· Give your good advice to Mrs Nyentrik.
Skenario ini saya salin sesuai aslinya, sama seperti yang tercetak dan didistribusikan kepada mahasiswa ketika turotial Blok 6 diselenggarakan. Jika anda lihat tinggi badan (ditulis dalam Bahasa Inggeris: height) tercetak bersambung dengan ‘cm’, tanpa spasi, itu juga bukan diakibatkan oleh keteledoran saya menekan space bar, melainkan memang aslinya demikian. Saya sengaja tidak menekan tombol space bar agar pembaca ikut menrasakan kalau persiapan skenario ini memang amburadul sejak konsep hingga pengetikan.
Kekeliruan (barangkali kurang sopan jika ditulis ‘kesalahan’) tak akan terjadi kalau pembuat skenario (dan juga anggota Blok yang mengikuti rapat pembahasan skenario) paham bagaimana sebuah skenario seharusnya ditulis, sudah bisa terlihat hanya dalam sekali pandang: mana ada skenario ditulis dengan poin bintik hitam (bentuk lain dari pemberian nomor) seperti di atas. Di samping itu, kalimat tugas pun mengambang, tidak jelas. Pertanyaan (saya Indonesiakan) ‘Apa yang terjadi pada nyonya Nyentrik?’ jelas tak perlu diskusi panjang: cukup dijawab dengan satu kalimat ‘Dia bingung’. Tidak salahkan? Kalau saya tanyakan pada pembuat skenario jelas dia (sembari marah barangkali) menjawab: ‘Itu bukan jawaban ilmiah’. Seandainya saya katakan bahwa kalimat pertanyaannya tidak mengarah, dia pasti menjawab: “Begitulah sistem KBK. Segalanya mesti dibiarkan mengambang. Jika ditulis jelas terarah, mahasiswa jadi tidak belajar, dong …”.
Instruksi kedua: “Give your good advice to Mrs Nyentrik”, memunculkan pertanyaan “advice tentang apa?” Ini kesalahan yang amat kasat mata: kalimat perintah harus singkat dan jelas, serta tidak bisa diinterpretasikan ganda. Lain kalau pertanyaan itu dibahasakan begini: “ .. advice on how to reduce body weight ….”.
Jika dikaji sedikit mendalam (sesungguhnya tidak usah dikaji mendalam pun sudah tampak), paling tidak ada 3 masalah dalam skenario itu. Pertama, kecemasan tidak dicintai suami (tersurat dalam kalimat pertama). Kedua, berdiet dengan cara salah. Ketiga, kebingungan akan gejala penyerta akibat pengkonsumsian obat. Sesungguhnya, bukan tiga masalah itu saja, menurut saya, yang bisa disimpulkan sebagai masalah. Namun demikian, secara keseluruhan sekenario ini membingungkan. Alur ceriteranya sumir, dan kalimat perintahnya (instruction) tidak mengarah.
Saya tak tahu persis (meskipun dapat memperkirakan orangnya) siapa yang menulis skenario ini, sebab ketika rapat pembahasan dilangsungkan saya tidak hadir. Ketidakhadiran saya sebetulnya memang disengaja, karena saya telah yakin (berdasarkan pengalaman sebagai tutor di Blok 1, 3, dan 5) kehadiran saya dalam rapat tak akan membuat skenario jadi (lebih) bagus. Bukan lantaran saya tidak mampu menulis, melainkan karena tak kan ada orang yang mau mendengarkan usul saya (sekali lagi dari pengalaman Blok sebelumnya).
Tapi, sudahkah, saya memang tak berniat melacak siapa pembuat (penulis) skenario ini. Saya hanya akan membicarakan isi, karena siapapun pembuatnya, jika sistem yang diterapkan sama seperti Blok sebelumnya, maka mutu skenario itu tidak akan lebih baik (jika tak boleh dikatakan lebih jelek).
Kembali ke Mrs. Nyentrik. Jika memang benar masalah weight management hendak dikedepankan (saya yakin memang inilah maksud di pembuat skenario: dia pernah beberapa kali mengutarakan topik ini kepada saya –entah serius dan bernniat minta pendapat, atau sekadar nyeletuk), maka data tertulis amat sangat kurang. Kesalahan (eh, kekurangan) pertama: derajad kegiatan fisik Miss. Nyentrik tidak tertulis. Kedua, strict diet itu apa? Ketiga, high intensity exercise. Keempat, slimming ingredients. Kelima, urinated more than usual. Itu saja dulu.
Pertama, derajad kegiatan fisik. Ini data penting yang wajib ditampilkan, karena bagaimana mungkin menakar diet seseorang (lebih tepat lagi: menata berat badan) tanpa tahu persis kegiatan fisik harian yang bersangkutan. Masih ada data yang sama pentingnya dengan derajad kegiatan fisik, yaitu keterangan tentang asupan pangan, yang tidak tertulis (tersirat pun tidak) dalam skenario. Dari sini saya berkesimpulan, bahwa penulis skenario ini bukan sekadar tidak memiliki ilmunya tetapi juga belum mempunyai kepiawaian membahasakan isi pikiran.
Kedua, pernyataan tentang strict diet. Pernyataan ini tidak boleh digantung begitu saja. Jika di-indonesiakan, strict diet bermakna bahwa pasien diberi resep untuk berdiet ketat, tetapi kata “ketat” terhubunga dengan penyelenggaraan, bukan materi diet. Namun demikian, pernyataan diet ketat itu harus dilanjutkan dengan besaran diet: berapa kilokalori sehari; berapa gram protein, lemak, dan karbohidrat yang boleh disantap oleh si peserta diet.
Ketiga, high intensity exercise, juga tidak baik ditulis begitu saja tanpa keterangan.
Keempat, slimming ingredients. Terus juga tidak mengerti apa maksud dua kata ini, tetapi saya boleh mengira-ngira: mungkin zat pelangsing. Semacam slimming tea, barangkali, meskipun setiap pembaca boleh mengartikannya obat (farmakologi) dan herbal yang berkhasiat sebagai penurun berat badan. Jika pengandaian aya benar, alangkah lebarnya permasalah yang dijejalkan ke dalam kepala makhluk yang belum genap satu setengah tahun menjadi mahasiswa fakultas kedokteran itu. Obat-obat penurun berat badan baru akan dikuliahkan pada Blok 9.
Kelima, urinated more than usual. Penggalan kalimat ini juga keliru. Peserta diskusi (masih untung skenario ini diedarkan untuk tutorial. Jika terlanjur diajukan buat ujian soca …?) pasti bertanya-tanya “apa yang dimaksud dengan tidak biasa?”, dan yang dimaksud “usual” itu yang bagaimana? Kritis saya tidak main-main, karena kencing yang berlebihan (jika benar itu maksud kata more than usual) berdampak pada keadaan hidrasi, serta kemungkinan kekurangan mineral yang dihanyutkan oleh air seni yang berlebihan itu. Namun demikian, harus diklarifikasi lagi: berapa besaran volume urin yang terkategori usual dan more than usual? Si pembuat, dan anggota rapat yang memberi izin edar skenario (lebih baik dikatakan sekenario, karena dibuat sekenanya) ini jelas tidak mafhum apa dan bagaimana sebuah skenario (baik untuk tutorial atau pun soca) seharusnya dibahasakan. Lha, jadi apa fungsi orang UPEP, yang konon sudah beberapa kali mengikuti workshop metode penulisan skenario di bebera Perguruan Tinggi ternama.
Lebih aneh sekali, memang, mengapa skenario demikian dipaksakan beredar dalam arena tutorial, karena materi “Pemeriksaan status gizi” dan “Prediksi besaran kebutuhan akan zat gizi” belum dikuliahkan. Ketua Blok 6 mempunyai pembenaran atas kesalahan ini. Katanya: “Memang begitulah sistem KBK. Mahasiswa diberi stimulasi melalui skenario seperti ini. Mereka ditekan sedemikian rupa untuk mencari jawaban sendiri atas masalah yang tengah dihadapi. Dengan demikian mahasiswa terpaksa belajar sendiri, namun jelas tidak mungkin tuntas. Nah, untuk menuntaskan itulah kuliah diperlukan.”
Saya tidak tahu apakah yang dikatakan ketua Blok 6 ini (HHH) benar atau ngibul. Namun demikian, selama 2 hari mengikuti perlatihan tutor (dengan TOT-nya ialah para Petinggi UPEP) hampir setahun silam saya tidak pernah mendengar ketentuan seperti itu keluar dari mulut personil UPEP. Dia pasti asal menjawab. Bukankan skenario tutorial dibuat untuk memperdalam pengetahuan peserta didik atas suatu materi dalam suatu Blok yang tidak mungkin dikuliahkan begitu mendalam?!